Hingga Pekan Ketiga Februari, BEI Sebut Tren Pasar Positif

Memasuki pekan terakhir bulan Februari 2018, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut pergerakan pasar dalam negeri konsisten menunjukkan tren positif, ditunjukkan dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar yang meningkat.
Dara Aziliya | 24 Februari 2018 11:29 WIB
Dirjen DJPPR Kementerian Keuangan Luky Alfirman membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia Jumat (23/2/2018) sekaligus memulai masa penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010, didampingi Dirut KSEI Friderica Widyasari Dewi, Direktur BEI Alpino Kianjaya, Direktur BEI Nicky Hogan. Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki pekan terakhir bulan Februari 2018, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut pergerakan pasar dalam negeri konsisten menunjukkan tren positif, ditunjukkan dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar yang meningkat.

BEI mencatat laju IHSG pada penutupan pekan ini kembali melanjutkan kenaikan, yaitu ditutup naik 0,43% menuju level 6.619,80 poin dari 6.591,58 poin. Sejalan dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,43% menjadi Rp7.363,93 triliun dari Rp7.332,42 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia pada penutupan pekan ini juga meningkat 36,22% menjadi Rp8,61 triliun dari Rp6,32 triliun. Rata-rata volume transaksi BEI mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 51,06% menjadi 15,68 miliar unit saham dari 10,38 miliar unit saham pada penutupan pekan lalu.

“Rata-rata frekuensi transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menanjak 39,09% menjadi 419,11 ribu kali transaksi dari 301,34 ribu kali transaksi,” ungkap Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT BEI, Oskar Herliansyah, Sabtu (24/2/2018).

Adapun, pada pekan keempat bulan Februari ini terdapat lima pencatatan Obligasi Berkelanjutan di BEI, yaitu pencatatan Obligasi III Indomobil Finance dengan tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2018 dengan nilai emisi Rp1.082 triliun pada Senin (19/2).

Kedua, terdapat Pencatatan Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap III Tahun 2018 dengan nilai emisi Rp2 triliun pada Rabu (21/2/2018).

Kemudian pada Kamis (22/2/2018) Pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap IV Tahun 2018 dengan nilai emisi Rp2.442 triliun

Keempat, Pencatatan Obligasi Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 dengan nilai emisi Rp698.500.000.000 pada hari Jumat (23/2/2018). Serta kelima, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II Tahun 2018 dengan nilai nominal Rp3.451.500.000.000.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 7 Emisi dari 6 Emiten senilai Rp14,68 triliun. Dengan kelima pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 351 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp400,75 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 114 Emiten.

Adapun, surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp2118,84 triliun dan USD200 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,27 triliun.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top