Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet bertahan terkoreksi pada perdagangan pagi ini, Kamis (25/1/2018), terbebani oleh tingkat cadangan yang tinggi dan berlanjutnya penguatan mata uang yen.
Harga karet untuk pengiriman Juni 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), turun 0,05% atau 0,10 poin ke level 204 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.45 WIB.
Sebelumnya harga karet kontrak Juni dibuka stagnan di posisi 204,10 setelah pada perdagangan Rabu (24/1) berakhir merosot 1,21% atau 2,50 poin di posisi 204.10.
Menurut Kazunori Kokubo, Managing Director Yutaka Shoji di Singapura, pasar karet telah terbebani sentimen melimpahnya tingkat cadangan karet serta berlanjutnya apresiasi yen. Cadangan karet yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange dilaporkan naik 2,6% menjadi 415.415 ton pekan lalu.
Sementara itu, berdasarkan data Rubber Trade Association of Japan, cadangan karet di pergudangan Jepang naik 14,4% menjadi 12.267 ton pada 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tingkat yang dicapai pada 20 Desember.
Adapun nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,25% atau 0,27 poin ke 108,95 per dolar AS, setelah pada perdagangan Rabu (24/1) berakhir menguat 0,98% atau 1,08 poin di posisi 109,22.
Baca Juga
Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi menurun.
“Meski demikian, penyesuaian posisi yang dilakukan sejumlah pelaku pasar atas masa berakhir kontrak terdekat membatasai pelemahannya [harga karet],” tambah Kokubo, seperti dikutip dari Bloomberg.
Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2018 di TOCOM
Tanggal | Harga (Yen/Kg) | Perubahan |
25/1/2018 (Pk. 10.45 WIB) | 204,00 | -0,05% |
24/1/2018 | 204,10 | -1,21% |
23/1/2018 | 206,60 | -1,24% |
22/1/2018 | 209,20 | +0,00% |
19/1/2018 | 209,20 | -1,32% |
Sumber: Bloomberg