Dibayangi Sentimen Jerman, Euro Naik Tipis Terhadap Dolar AS

Indeks dolar AS bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/11/2017), meski demikian posisinya tetap berada di kisaran level tertinggi dalam satu pekan saat ketidakpastian politik Jerman masih membebani mata uang euro.
Renat Sofie Andriani | 21 November 2017 11:03 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/11/2017), meski demikian posisinya tetap berada di kisaran level tertinggi dalam satu pekan saat ketidakpastian politik Jerman masih membebani mata uang euro.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,05% atau 0,051 poin ke 94,029 pada pukul 10.22 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,06% atau 0,057 poin di level 94,023, setelah pada Senin (20/11) ditutup menguat 0,45% di posisi 94,080.

Sementara itu, nilai tukar mata uang euro terhadap dolar AS pagi ini terpantau naik tipis 0,04% ke US$1,1738 pada pukul 10.32 WIB, setelah pada perdagangan Senin (20/11) berakhir merosot 0,48% di posisi 1,1733.

Dilansir Reuters, euro melemah setelah upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintahan koalisi tiga arah gagal, sehingga meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakpastian politik pada negara berkekuatan ekonomi terbesar di wilayah Eropa tersebut.

Merkel sebelumnya berniat bertemu Presiden Jerman untuk menginformasikan kegagalannya membentuk pemerintahan koalisi dengan Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas (FDP).

Keputusan untuk bertemu Presiden Frank-Walter Steinmeier, yang memiliki kuasa untuk menetapkan pemilu baru, mengisyaratkan bahwa Merkel tidak akan mengupayakan pemerintahan minoritas dengan Partai Hijau setelah FDP secara tidak terduga menarik diri dari wacana koalisi.

Merkel cenderung memilih diadakan pemilu baru alih-alih memerintah dengan pemerintahan minoritas. Namun Presiden mengingatkan para partai bahwa mereka berhutang kepada para pemilih suara untuk berupaya membentuk pemerintahan.

“Utamanya ini tentang pelemahan euro, akibat kegagalan untuk membentuk koalisi pemerintahan di Jerman,” ujar Bill Northey, chief investment officer US Bank di Helena, seperti dikutip dari Reuters.

“Di luar itu, hal penting lain yang masih diupayakan adalah terkait reformasi pajak, apa bentuknya dan waktunya,” lanjut Northey.

Menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters, kubu Republik di AS diperkirakan tidak akan mendorong rencana pemangkasan pajak di Kongres tahun ini. Sementara itu, perdagangan pekan ini kemungkinan akan berlangsung tipis menjelang libur Thanksgiving.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

21/11/2017

(Pk. 10.22 WIB)

94,029

(-0,05%)

20/11/2017

94,080

(+0,45%)

17/11/2017

93,662

(-0,29%)

16/11/2017

93,932

(+0,13%)

15/11/2017

93,813

(-0,01%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top