Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap IPO, Armidian Incar Dana Rp818 Miliar

Perusahaan properti di bawah bendera Hanson Group yakni PT Armidian Karyatama mengincar dana segar antara Rp491,25 miliar hingga Rp818,75 miliar dari penawaran umum perdana sebanyak 1,63 miliar saham perseroan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 01 Juni 2017  |  09:14 WIB
IPO
IPO

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan properti di bawah bendera Hanson Group yakni PT Armidian Karyatama mengincar dana segar antara Rp491,25 miliar hingga Rp818,75 miliar dari penawaran umum perdana sebanyak 1,63 miliar saham perseroan.

Francis S. Widjaja, CEO Yuanta Sekuritas Indonesia, selaku penjamin pelaksana emisi mengatakan bahwa jumlah saham baru yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah initial public offering (IPO) tersebut.

“Harga yang ditawarkan per lembar saham adalah berkisar antara Rp300 hingga Rp500. Penawaran ini hanya kepada investor domestik, karena kami percaya animo investor lokal mengingat produk dari Armidian ini sangat terkenal,” katanya usai acara due diligence & public expose IPO, Rabu (31/5/2017).

Adapun, Armindian merupakan pengembang yang mengembangkan kota baru Maja bersama Ciputra Group yang kini dikenal sebagai proyek Citra Maja Raya, Banten.

Perseroan memiliki hak atas pendapatan dan laba dari proyek tersebut sebesar 26,5%, sementara sisanya dimiliki perusahaan lannya di bawah Hanson Group yakni PT Harvest Time 23,5%, dan Ciputra Group melalui PT Citra Benua Persada sebesar 50%.

Dalam dua tahun belakangan, Hanson Group dan Ciputra Group telah menjual hampir 8.500 unit rumah di sana dengan nilai marketing sales sekitar Rp1,8 triliun.

Francis mengatakan, perseroan saat ini memang belum membukukan pendapatan dari pengakuan marketing sales tersebut karena aturan akuntansi pada pengakuan pendapatan penjualan rumah tapak mensyaratkan telah dilakukannya serah terima unit.

Namun, dengan begitu, pasar justru sudah bisa menakar potensi pendapatan perseroan pada 2018 hingga 2019 mendatang sebab hasil marketing sales tersebut sebagian besar akan dapat diakui sebagai pendapatan.

Perseroan mengestimasikan laba bersih pada 2018 nanti akan mencapai Rp151,5 miliar dan pada 2019 akan meningkat menjadi Rp191,9 miliar.

Francis mengatakan, dengan estimasi tersebut, bila saham perseroan terjual dengan harga Rp300, maka price earning ratio saham perseroan akan mencapai 16,2 kali pada 2018 dan 12,8 kali pada 2019. Sementara itu, dengan harga Rp500, PER akan menjadi 27 kali pada 2018 dan 21,3 kali pada 2019.

Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama Armidian, mengatakan bahwa 70% dari dana hasil IPO tersebut akan dimanfaatkan untuk menambah cadangan lahan, sementara 30% lainnya untuk pelunasan utang kepada pemegang saham, yakni PT Mandiri Mega Jaya.

Benny mengatakan, lahan di Maja sebenarnya masih relatif murah dibandingkan lahan di Jabodetabek. Namun, seiring dengan pengembangan yang dilakukan perseroan di sana, harga lahan-lahan di sekitarnya pun beranjak meningkat.

“Masa depan lahan ini harganya akan cenderug naik. Kita berharap masih bisa membebaskan paling tidak 200 hektar lagi, tetapi itu juga sangat bergantung berapa harga tanahnya saat itu,” katanya pada kesempatan yang sama.

Benny menuturkan, tidak tertutup kemungkinan perseroan akan membidik lahan yang lokasinya agak sedikit berjauhan dari lahan yang kini telah dikuasai perseroan, asalkan masih memungkinkan untuk dibangun infrastruktur penghubungnya.

Saat ini, perseroan memiliki cadangan lahan di Maja, Kabupaten Lebak, seluas 517 hektare. Perseroan sendiri menargetkan pengembangan kota Maja akan mencapai 3.000 hektare hingga 4.000 hektare dalam jangka panjang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo armidian karyatama
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top