Aksi Ormas Islam dan Rilis Inflasi Jadi Penggerak Kurs Rupiah

PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi penguatan rupiah mulai terbatas pada perdagangan Jumat (31/3/2017).
Riendy Astria | 31 Maret 2017 08:36 WIB
Petugas menata tumpukan uang rupiah. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi penguatan rupiah mulai terbatas pada perdagangan Jumat (31/3/2017).

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta memaparkan indeks dolar AS kembali menguat, didorong dampak Brexit yang tersisa dan revisi pertumbuhan PDB AS yang naik melebihi ekspektasi. Adapun, fokus langsung beralih ke PCE deflator AS nanti malam yang biasanya menjadi patokan utama the Fed menentukan arah kebijakan.

Sebelumnya di sore hari, ekspektasi inflasi Zona Euro akan diumumkan dan diperkirakan stabil.

Sementara itu, rupiah bergerak stabil ketika kurs di Asia melemah terhadap dolar kemarin. Rangga menilai, pelemahan bisa berlanjut melihat indeks dolar yang terus menguat. Adapun, harapan kenaikan peringkat utang oleh S&P masih tinggi walaupun perlahan menumbuhkan ketidakpastian baru.

Sentimen lainnya adalah aksi demonstrasi ormas islam akan digelar hari ini menjelang dimulainya kampanye pilkada DKI Jakarta II di minggu ke dua April 2017. Kemudian, inflasi Maret yang akan dirilis awal pekan depan diperkirakan stabil dengan kecenderungan naik.

"Sehingga ruang penguatan rupiah mulai terbatas di jangka pendek," katanya dalam riset.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top