SAMUEL SEKURITAS: IHSG Dibayangi Kebijakan Trump, Kenaikan Bursa Global Beri Angin Segar

Samuel Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (24/3/2017) masih dibayangi kebijakan dari Presiden AS Donald Trump.
Riendy Astria | 24 Maret 2017 09:12 WIB
Karyawan berjalan didekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Samuel Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (24/3/2017) masih dibayangi kebijakan dari Presiden AS Donald Trump.

Tim riset Samuel Sekuritas memaparkan bursa AS melemah pada perdagangan terakhirnya seiring langkah wait and see investor terkait penundaan voting mengenai healthcare bill di AS yang rencananya akan menggantikan Obamacare.

Investor juga menunggu realisasi rencana Trump mengurangi pajak yang rencananya akan dilakukan setelah pengesahan healthcare bill tersebut.

Dari sisi ekonomi, klaim pengangguran tercatat lebih buruk dari ekspektasi, sementara penjualan rumah baru tercatat lebih baik dari perkiraan.

Di dalam negeri, IHSG menguat 0,5% kemarin dengan foreign net buy Rp879 miliar di pasar reguler. Dana asing cenderung naik sejak kenaikan Fed rate belum lama ini karena resiko ketidakpastian yang menurun dan potensi kenaikan rating Indonesia menjadi investment grade oleh S&P.

“Kenaikan EIDO dan beberapa bursa pagi ini bisa menjadi angin segar bagi IHSG hari ini,” katanya dalam riset.

Highlights

  • ULTJ: Laba bersih FY16 di atas estimasi
  • ICBP: Laba bersih meningkat
  • INDF: Laba bersih meningkat
  • Sektor unggas: Harga ayam terus turun
  • BRMS: catatkan rugi bersih di FY 2016

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top