Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jual Treasury Stock, HITS Masih Nego Harga

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. masih melakukan negosiasi harga dengan sejumlah calon investor dalam rencana penjualan saham simpanan atau treasury stock sebanyak 309.225.000 lembar.
Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Theo Lekatompessy, memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (10/6/2015)./JIBI-Dwi Prasetya
Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Theo Lekatompessy, memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (10/6/2015)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. masih melakukan negosiasi harga dengan sejumlah calon investor dalam rencana penjualan saham simpanan atau treasury stock sebanyak  309.225.000 lembar.

Budi Haryono, Direktur Keuangan Humpuss, mengatakan penjajakan dilakukan dengan sejumlah lembaga keuangan, terutama dari lembaga keuangan swasta.

Dia menuturkan, dana hasil penjualan saham simpanan bakal menjadi salah satu sumber dana belanja modal tahun ini yang jumlahnya diproyeksi mencapai US$130 juta.

Dia menerangkan, berdasarkan regulasi harga jual saham simpanan harus dihitung rata-rata dalam 90 terakhir.

Namun, calon investor menurut Budi bakal meminta diskon harga karena akan membeli dalam jumlah besar.

Pada penutupan perdagagan Senin, (9/1/2017), saham emiten bersandi HITS itu ditutup di level Rp790, naik 1.28%.

Bila mengacu pada harga tersebut, HITS bakal meraup dana segar sebanyak Rp244,28 miliar.

Budi menekakan, perseroan ingin proses penjualan segera tuntas. Namun, keinginan tersebut tak berarti membuat perseroan melego saham simpanan dengan harga murah.

"Kami sesuaikan jadwalnya [dengan kebutuhan investasi baru], kami gak jual sekarang kalau harganya murah," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (9/1/2017).

Di samping menjual saham simpanan, HITS juga tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah bank untuk fasilitas kredit baru. Jumlah pinjaman bakal disesuaikan dengan kebutuhan investasi armada baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper