OPEC Pangkas Produksi, Emiten Minyak RI Bakal Untung

Pemangkasan produksi minyak oleh OPEC menjadi angin segar bagi emiten komoditas seiring mulai reli harga emas hitam tersebut di pasar spot.
Sukirno | 02 Desember 2016 05:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemangkasan produksi minyak oleh OPEC menjadi angin segar bagi emiten komoditas seiring mulai reli harga emas hitam tersebut di pasar spot.

Saham-saham sektor pertambangan minyak dan batu bara meriah. Sektor pertambangan ditutup naik tertinggi 2,45% pada perdagangan Kamis (1/12/2016). Bahkan, sektor ini meroket 73,76% year-to-date meninggalkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan kenaikan 13,19%.

Saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) menjadi salah satu top gainers pada perdagangan setelah keputusan OPEC, dengan kenaikan 9,91% ke level Rp466 per lembar.

Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan Elnusa, mengaku optimistis memandang kinerja perseroan pada 2017 setelah terjadi kesepakatan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC.

"Diharapkan harga bisa naik lagi dan aktivitas migas kembali bergairah," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (1/12/2016).

Pada tahun depan, emiten bersandi saham ELSA tersebut menganggarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai Rp1 triliun. Perseroan menerapkan strategi hati-hati dengan proyeksi penyerapan belanja modal Rp500 miliar.

Terpisah, Investor Relations PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Herwin W. Hidayat, mengaku pada tahun depan perseroan membidik target konservatif. Sebagai emiten minyak dan gas, tekanan diproyeksi masih akan terjadi seiring dengan rendahnya harga minyak mentah dunia.

"Tahun depan produksi tidak ada kenaikan, kami jaga yang ada, harapannya bertahan di level 40.000-50.000 barel equivalen per hari, sudah cukup bagus untuk minyak dan gas," kata dia.

Kencangnya lonjakan harga saham emiten pertambangan minyak bumi diamini oleh Kiswoyo Adi Joe, analis emiten tambang PT Recapital Securities. Menurut dia, lonjakan harga saham terjadi akibat sentimen pemangkasan produksi minyak oleh negara-negara anggota OPEC.

"Belum tentu akan berlanjut, kenaikan harga saham akibat sentimen sesaat saja. Paling-paling MEDC yang mendapat keuntungan dengan kenaikan harga minyak," kata dia.

Emiten migas milik Arifin Panigoro itu dinilai telah melakukan akuisisi blok minyak beberapa waktu lalu. Akhirnya, saat harga minyak mulai menanjak naik, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) bakal mengantongi untung pertama kali dibandingkan dengan emiten lainnya.

Harga minyak mentah, kata dia, tengah mencari titik keseimbangan baru. Bila ingin meningkat, produksi maksimum 70 juta barel di bawah kebutuhan dunia 75 juta barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medco, opec, energi mega persada, elnusa

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top