Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tertekan Rugi Kurs, VIVA Dulang Rugi Bersih Rp546,82 Miliar

Unit usaha Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk., mendulang rugi bersih Rp546,82 miliar sepanjang 9 bulan pertama 2015.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 29 Desember 2015  |  01:30 WIB
Visi Media Asia
Visi Media Asia

Bisnis.com, JAKARTA -- Unit usaha Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk., mendulang rugi bersih Rp546,82 miliar sepanjang 9 bulan pertama 2015.

Bottom line ini anjlok dari laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2014 sebesar Rp118,29 miliar. Longsornya bottom line disebabkan meningkatnya beban lain-lain netto.

Pada 9 bulan pertama tahun ini beban lain-lain neto sebesar Rp794,25 miliar, melonjak 219,1% dari periode sama tahun lalu (year-on-year/ yoy).

Dalam pos beban lain-lain, peningkatan tertajam terjadi di laba rugi selisih kurs. Pada sembilan bulan pertama 2015 emiten media televisi berkode saham VIVA itu mendulang rugi selisih kurs netto Rp279,66 miliar, sedangkan pada periode serupa tahun lalu perseroan mengantongi laba bersih Rp16,57 miliar.

Demikian juga di pos beban lain-lain, beban dan denda pajak naik 65% yoy serta bunga dan beban keuangan meningkat 33,88%.

Sementara itu, pendapatan usaha pada sembilan bulan pertama 2015 mencapai Rp1,54 triliun, merosot 11,92% yoy. Laporan keuangan VIVA per September 2015 yang terbit Senin, (28/12/2015), menyebut pendapatan dari iklan turun 11,93% yoy. Adapun, pendapatan dari non-iklan naik 8,44% yoy.

Per 30 September 2015, total liabilitas VIVA sebesar Rp4,18 triliun, naik 18,9% dari total liabilitas per 31 Desember 2015. Total ekuitas per 30 September 2015 sebesar Rp2,1 triliun, turun 20,28% dari posisi per 31 Desember 2014.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

viva grup bakrie laporan keuangan visi media asia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top