Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK: Jumlah Manajer Investasi Bertambah Lagi

Jumlah manager investasi yang beroperasi di Indonesia terus bertambah. Sepanjang tahun berjalan ini, sudah dua manajer investasi yang mencatatkan diri di Indonesia.nn
Berdasarkan data Pusat Informasi OJK, saat ini Danakita sudah memiliki dua produk reksa dana. /Bisnis
Berdasarkan data Pusat Informasi OJK, saat ini Danakita sudah memiliki dua produk reksa dana. /Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah manager investasi yang beroperasi di Indonesia terus bertambah. Sepanjang tahun berjalan ini, sudah dua manajer investasi yang mencatatkan diri di Indonesia.

Kedua manajer investasi (MI) baru tersebut a.l PT Anugerah Sentra Investama dan PT Victoria Manajemen Investasi. Dengan demikian, jumlah MI saat ini ada 80 MI. Adapun, Anugerah Sentra Investama mendapatkan surat izin efektif pada 2 Februari 2015.

Perusahaan ini memiliki modal dasar Rp50 miliar dan modal disetor Rp25 miliar. Anugerah Sentra Investama dimiliki oleh Nenny Sutanto dengan kepemilikan 99,9% dan Mukhamad Ali Yusuf 0,1%.

Data Pusat Informasi Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan saat ini perusahaan sudah memiliki satu produk reksa dana, yakni Reksa Dana Sentra Dana Ekuitas dengan bank kustodian Bank Danamon Indonesia.

Sementara Victoria Manajemen Investasi memiliki modal dasar Rp100 miliar dan modal disetor Rp25 miliar. Pemegang saham terdiri dari PT Victoria Investama Tbk dengan kepemilikan 95%, Aldo Jusuf Tjahaja sekitar 2,5% dan Yangki Halim 2,5%.

Saat ini, perusahaan tercatat memiliki tiga produk reksa dana, yakni Reksa Dana Campuran Victoria Jupiter, Reksa Dana Lancar Victoria Mekurius, dan Reksa Dana Terproteksi Victoria Venus dengan kustodian Bank Mega.

Berdasarkan data OJK, jumlah MI terus turun sejak 2009 sampai 2012. Adapun perinciannya, pada 2009 jumlah MI tercatat sebanyak 93 MI, kemudian turun menjadi 83 MI dan 82 MI pada 2010 dan 2011. Penurunan terus berlanjut hingga 2012 yang hanya mencatat sekitar 73 MI.

Namun, sejak 2013 tren mulai berubah. Kala itu, ada penambahan dua manajer investasi baru sehingga total menjadi 75 MI. Lalu, pada pertengahan tahun lalu, PT Graha Dana Dinamika dan PT Quant Kapital Investama juga turut meramaikan industri ini.

PT Graha Dana Dinamika masih perusahaan afiliasi Grup Lippo. Pemegang saham mayoritas merupakan PT Prima Kreasi Propetindo dengan kepemilikan 75%. Sedangkan sisanya digenggam PT Grand Villa Persada. Sedangkan, PT Quant Kapital Investama bukan bagian dari grup perusahaan.

Kemudian, di pengujung tahun lalu masuk kembali nama baru, yakni PT Asia Raya Kapital dan PT Danakita Investama. PT Asia Raya Kapital merupakan perusahaan nasional dengan modal dasar Rp100 miliar dan modal disetor Rp50 miliar. Perusahaan ini mendapat izin penerbitan efektif dari OJK pada 29 Desember 2014.

Pemegang saham perusahaan terdiri dari Soetrisno Bachir yang memiliki saham 89%, PT Berkah Makmur Nusantara sekitar 1% dan Muhammad Syafii Antonio 10%. Saat ini, perusahaan belum memiliki produk reksa dana.

Sedangkan, PT Danakita Investama mendapatkan izin penerbitan efektif dari OJK tertanggal 27 November 2014. Perusahaan ini memiliki modal dasar Rp100 miliar dan modal disetor Rp25 miliar.

Berdasarkan data Pusat Informasi OJK, saat ini Danakita sudah memiliki dua produk reksa dana, yakni Reksa Dana Terproteksi Danakita Proteksi Seri I dan Reksa Dana Terproteksi Danakita Proteksi Seri II. Bank Kustodian yang digunakan adalah Bank Permata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper