Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Manajer Investasi Masih Jadi Pendorong Kinerja Sekuritas

Pendapatan perusahaan efek dari kegiatan bisnis jasa manajer investasi sepanjang kuartal I/2015 masih menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan.nn
Ilustrasi./JIBI
Ilustrasi./JIBI

Bisnis.com, JAKARTA- Pendapatan perusahaan efek dari kegiatan bisnis jasa manajer investasi sepanjang kuartal I/2015 masih menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan.

Tahun lalu, pendapatan dari bisnis jasa manajer investasi jadi pendorong kinerja pendapatan perusahaan sekuritas. Banyaknya investor yang beralih ke reksa dana dan tingginya pertumbuhan indeks sepanjang tahun lalu membuat bisnis ini tumbuh pesat.

Begitu juga dengan sepanjang kuartal I/2015. Dari lima perusahaan efek lokal yang sudah merilis laporan keuangan kuartal I/2015, empat perusahaan mengalami kenaikan pendapatan dari bisnis jasa manajer investasi. Adapun, keempat sekuritas tersebut a.l PT Trimegah Securities Tbk., PT Panin Sekuritas Tbk., PT Kresna Graha Sekurindo Tbk.,dan PT BNI Securities. Sementara PT Mandiri Sekuritas mengalami penurunan pendapatan dari bisnis ini.

Pendapatan dari bisnis jasa manajer investasi Trimegah Securities sepanjang kuartal I/2015 naik 43,64% menjadi Rp36,37 miliar dari perolehan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp20,49 miliar. Bisnis jasa manajer investasi merupakan pendorong utama pendapatan perseroan.

Sementara itu, pendapatan Panin Sekuritas di bisnis ini tercatat naik tipis 1,53% menjadi Rp86,55 miliar dari periode sebelumnya Rp8522 miliar. Lebih dari separuh pendapatan Panin Sekuritas dikontribusi dari bisnis ini. Adapun, Kresna Graha Sekurindo mencatat kenaikan pendapatan bisnis manajer investasi 32,64% menjadi Rp3,37 miliar dari sebelumnya Rp2,27 miliar.

Sekuritas lainnya, yakni BNI Securities mengalami kenaikan pendapatan jasa manajer investasi sekitar 15,53% menjadi Rp7,53 miliar dari periode kuartal I/2014 yang senilai Rp6,36 miliar. Sedangkan Mandiri Sekuritas mengalami penurunan pendapatan di bisnis ini. Pendapatan dari jasa manajer investasi Mansek turun 9,27% menjadi Rp43,58 miliar dari sebelumnya Rp47,62 miliar.

Hans Kwee, analis PT Investa Saran Mandiri mengatakan sepanjang kuartal I kinerja bisnis manajer investasi memang terbilang bagus. Kemungkinan, ada kenaikan yang cukup tinggi pada under asset management (AUM) manajer investasi yang besar.

Kemudian, biasanya awal tahun alokasi dana sudah dimulai, dana pensiun mulai alokasi dana ke reksa dana, dan sebagainya sehingga AUM manajer investasi naik.” kata Hans kepada Bisnis, Rabu (13/5/2015).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper