Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KURS ASIA 10 Maret: Mayoritas Merosot, Pelemahan Rupiah Moderat

Mata uang Asia hari ini kembali tertekan oleh penguatan dolar AS. Dari 11 mata uang yang dipantau melalui Bloomberg Dollar Index, nilai tukar 2 mata uang bergeraknaik dan 9 mata uang merosot.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 10 Maret 2015  |  17:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Mayoritas mata uang Asia melemah di pasar spot pada Selasa (10/3/2015). Penguatan hanya terjadi pada mata uang China dan Hong Kong, sedangkan pelemahan rupiah tergolong moderat.

Mata uang Asia hari ini kembali tertekan oleh penguatan dolar AS. Dari 11 mata uang yang dipantau melalui Bloomberg Dollar Index, nilai tukar 2 mata uang bergeraknaik dan 9 mata uang merosot.

Nilai tukar mata uang Asia tertekan oleh lonjakan nilai dolar. Indeks dolar melejit 0,88% ke rekor tertinggi baru sejak 2003, yaitu 98,446.

Pelemahan paling parah terjadi pada nilai tukar won yang hari ini jatuh 0,94%. Penurunan paling tajam berikutnya terjadi pada ringgit yang merosot 0,71%. Adapun yen hari ini turun ke level tertinggi sejak 2008 dengan pelemahan 0,59%. 

Pelemahan 0,33% pada rupiah tergolong moderat dibandingkan penurunan mata uang Asia lain. Adapun mata uang yang hari ini menguat adalah yuan yang naik 0,04% dan dolar Hong Kong yan naik 0,02%.

 

Kurs Mata Uang Asia

 

Kurs

Nilai

Perubahan

WIB

Yuan

6,2619

+0,04%

15:29:56

$Hong Kong

7,7588

+0,02%

16:45:16

$Taiwan

31,54

-0,15%

14:59:14

Peso

44,305

-0,20%

15:53:25

Rupee

62,7088

-0,26%

16:39:32

Rupiah

13.094,00

-0,33%

15:59:50

Baht

32,711

-0,37%

16:45:07

$Singapura

1,3872

-0,47%

16:40:13

Yen

121,86

-0,59%

16:40:04

Ringgit

3,704

-0,71%

15:59:52

Won

1.122,68

-0,94%

12:59:58

 

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang asia rupiah melemah
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top