Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rights Issue Sekawan Intipratama, OJK Belum Berikan Pernyataan Efektif

PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) belum mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk rencana rights issue senilai Rp4,68 triliun yang akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan batu bara.
Logo Sekawan Intipratama. OJK belum beri pernyataan efektif soal right issue/Bisnis
Logo Sekawan Intipratama. OJK belum beri pernyataan efektif soal right issue/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) belum mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk rencana rights issue senilai Rp4,68 triliun yang akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan batu bara.

Onny Soendjaja, Direktur Utama Sekawan Intipratama, mengatakan dari sisi emiten, Sekawan merasa sudah menyediakan sejumlah dokumen yang diminta OJK.

 “OJK belum berikan pernyataan efektif. Kemungkinan kami undur RUPS Luar Biasanya jadi 12 Juni,” ujar Onny ketika ditemui usai RUPS Tahunan, Kamis (5/6/2014).

Dengan demikian, pada Kamis (5/6/2014), perseroan hanya merampungkan sejumlah agenda dalam RUPS Tahunan biasa, dan menunda pelaksanaan RUPS Luar Biasa dengan agenda meminta restu pemegang saham untuk rights issue.

Secara terpisah, Djustini Septiana, Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil OJK menyatakan ada sejumlah dokumen yang masih harus dilengkapi oleh Sekawan. Meski demikian, ia tidak merinci dokumen yang dimaksud.  

“Dokumen sesuai Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.D.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, belum dilengkapi emiten, jadi belum bisa efektif,” singkatnya kepada Bisnis, Kamis (5/6/2014).

Sekawan Intipratama berencana menerbitkan 23,4 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp4,68 triliun.

Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi yaitu sebesar Rp4,67 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi 100% kepemilikan saham Ridgetop Holding Ventures pada RITS Ventures Limited.

RITS Ventures Ltd memiliki unit usaha yakni PT Indo Wana Bara Mining Coal yang memiliki cadangan batu bara di Kalimantan Timur sebesar 288,15 juta ton, berdasarkan laporan LAPI ITB pada 25 September 2013.

Dengan mengakuisisi perusahaan batu bara, Sekawan Intipratama akan mengubah kegiatan usaha utamanya dari perusahaan di bidang produk nonwoven yang berbasis di Sidoarjo, menjadi perusahaan tambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper