Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selisih Aset Rp4,66 Triliun, BEI Tunggu Jawaban Sekawan Intipratama (SIAP)

Bursa Efek Indonesia masih menanti jawaban manajemen PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) soal perubahan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang membuat selisih aset di laporan keuangan mencapai Rp4,66 triliun.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 23 Desember 2015  |  11:13 WIB
Bursa Efek Indonesia  - JIBI/Dwi Prasetya
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia masih menanti jawaban manajemen PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) soal perubahan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang membuat selisih aset di laporan keuangan mencapai Rp4,66 triliun.

"Kami masih tunggu jawaban mereka karena di laporan keuangannya ada perubahan signifikan di besaran aset," ucap Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Rabu, (23/12/2015).

Bursa sudah melayangkan surat pertanyaan soal perubahan tersebut.

Aset SIAP berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2015 sebesar Rp307,94 miliar dengan penyajian laporan keuangan memakai PSAK No. 1 (revisi 2013), sedangkan berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2015 sebesar Rp4,97 triliun dengan penyajian laporan keuangan PSAK No. 1 (revisi 2009). Perbedaan yang begitu besar ini terjadi karena ada penyesuaian nilai goodwill atas akuisisi terbalik.

Di laporan keuangan per 30 Juni 2015, goodwill berasal dari harga perolehan akuisisi entitas anak, yakni RITS Venture Limited, senilai Rp4,765 triliun dikurangi akumulasi laba ditahan entitas anak tahun lalu Rp23 miliar, laba ditahan tahun berjalan entitas anak sebelum diakuisisi Rp4,77 miliar, dan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Rp204,85 juta.

Sementara, di laporan keuangan per 30 September 2015, disebut mengingat SIAP dianggap sebagai yang diakuisisi, biaya perolehan (nilai wajar imbalan yang secara efektif dialihkan) diukur dengan nilai wajar saham perseroan yang dimiliki pemegang saham minoritas sesaat setelah transaksi akuisisi. Biaya perolehan senilai Rp115,97 miliar.

Setelah dikurangi nilai neto aset dan liabilitas teridentiikasi perusahaan yang diakui, goodwill atas akuisisi terbalik ini sebesar Rp114,45 miliar. Jumlah goodwill ditambah pula goodwill atas akuisisi PT Mahaputra Adinusa sebesar Rp4,6 miliar.

Akuisisi terbalik terjadi tahun lalu. Pada 25 Juli 2014 SIAP mengakuisisi 100% saham RITS Ventures Ltd. yang dimiliki Ridgetop Holding Ventures Ltd. senilai Rp4,765 triliun. RITS memiliki 66,50% saham secara tidak langsung dalam PT Indo Wana Bara Mining Coal yang memiliki cadangan mineral batubara sebanyak 288,10 juta MT senilai Rp9,216 triliun.

Setelah transaksi akuisisi selesai, Fundamental Resources, pemegang saham baru, menguasai 97,5% kepemilikan saham SIAP sehingga Fundamental mengendalikan perseroan. Fundamental dan RITS Ventures memiliki pemegang saham akhir yang sama.

Akuisisi ini diperlakukan sebagai akuisisi terbalik. RITS diidentifikasi sebagai pengakuisisi untuk tujuan akuntansi dan perseroan diidentifikasi sebagai pihak yang diakuisisi untuk tujuan akuntansi.

Sampai hari ini saham SIAP masih disuspensi bursa. Suspensi terjadi sejak 9 November 2015.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bursa efek indonesia siap sekawan intipratama
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top