BURSA BERJANGKA: Diharapkan Kembalikan Kepercayaan Investor

Transaksi emas berjangka di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor terhadap investasi berjangka setelah maraknya kasus investasi bodong yang terjadi akhir-akhir ini.
Nenden Sekar Arum | 02 April 2014 08:47 WIB
Susana kantor bursa berjangka - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Transaksi emas berjangka di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor terhadap investasi berjangka setelah maraknya kasus investasi bodong yang terjadi akhir-akhir ini.

Direktur Utama PG Berjangka Rizal Az menjelaskan perdagangan di bursa berjangka dengan emas yang tersertifikasi akan membuat investor merasa lebih aman. Selain karena harga yang transparan, transaksi juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan mekanisme yang sudah jelas.

Selain itu, volatilitas harga juga dapat ditekan karena pelaku pasar dapat melihat benchmarkharga emas untuk melakukan transaksi dan spekulasi. “Daripada investor membeli emas di luar dengan spekulasi harga yang tinggi, transaksi di bursa tentunya lebih terjaga,” ujarnya kepadaBisnis, Selasa (1/4/2014).

Direktur Product Development BKDI Stella Novita Lukman menjelaskan, kontrak emas berjangka di bursa merupakan pasar yang sudah teroganisir dan aman, selain itu berada di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Selain itu, untuk kontrak dengan emas fisik membuat investor merasa lebih aman dibandingkan dengan kontrak nonfisik,” katanya.

Stella menjelaskan saat ini BKDI telah memiliki kontrak yang menyertakan produk fisik, yaitu kontrak emas PAMP. Investor bisa menukarkan sertifikat yang dimilikinya setelah kontrak jatuh tempo dalam tiga bulan.

Sebelumnya, BKDI juga menargetkan penyerapan kontrak emas batangan di tahun ini akan mencapai 2 ton, atau sekitar 10% dari total permintaan emas batang nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa berjangka

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top