Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Express Transindo (TAXI) Butuh Suntikan Modal Rp600 Miliar

Express Transindo (TAXI) Butuh Suntikan Modal Rp600 Miliar
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 03 Maret 2014  |  07:56 WIB
Express Transindo (TAXI) Butuh Suntikan Modal Rp600 Miliar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT.Express Transindo Utama Tbk (TAXI) tengah mengkaji skema pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini, salah satu opsi yang dipertimbangkan perseroan adalah penerbitan obligasi dengan nilai hingga Rp1 triliun.

Presiden Direktur TAXI Daniel Podiman menjelaskan pada tahun ini perseroan membutuhkan capex setidaknya Rp600 miliar yang akan digunakan untuk penambahan paling sedikit 2.000 armada baru dan penambahan enam hingga tujuh pool taksi baru di wilayah Jabodetabek.

“Kami sedang mengkaji pendanaan mana yang paling murah, apalagi saat ini suku bunga pinjaman sangat tinggi, jadi harus lebih berhati-hati,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/2).

Daniel menambahkan opsi eksternal yang paling memungkinkan dipilih perusahaan yang bergerak dalam jasa transportasi tersebut saat ini adalah menerbitkan obligasi, dengan target raupan dana sekitar Rp750 miliar hingga Rp1 triliun.

Adapun, pada tahun lalu, perseroan memilih skema pendanaan berupa pinjaman perbankan dengan nilai Rp250 miliar hingga Rp300 miliar untuk memenuhi capex sebanyak Rp500 miliar.

William Surya Wijaya, analis Indosurya Securities, menilai sumber pendanaan eksternal melalui obligasi bisa menjadi pilihan, hanya saja perlu diperhatikan jangka waktu penerbitan obligasi tersebut. Pasalnya suku bunga diprediksi akan turun seiring dengan membaiknya data-data perekonomian Indonesia.

Jika terlanjur mengeluarkan obligasi bertenor panjang saat suku bunga sedang tinggi seperti saat ini hal itu bisa membebani perseroan dalam jangka panjang. “Sumber pembiayaan eksternal yang paling efektif dalam waktu dekat ini adalah dengan rights issue, tetapi itu juga harus diperhatikan karena efek delusi terhadap saham,” katanya pada Bisnis, Minggu (2/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taksi express

Sumber : Bisnis Indonesia (3/3/2014)

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top