Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perubahaan Lot dan Fraksi Harga Saham, Ini Kata Asosiasi Emiten Indonesia

Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mempermasalahkan perubahan lot saham, karena itu justru diprediksi akan mampu menggenjot perdagangan saham atau menjaring investor baru.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 05 Januari 2014  |  19:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mempermasalahkan perubahan lot saham karena hal itu justru diprediksi mampu menggenjot perdagangan saham atau menjaring investor baru.

“Sebetulnya pengaruh likuiditas akan kecil karena isunya bukan di jumlah lot saham,” tutur Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto kepada Bisnis, Minggu (5/1/2014).

Dia mengkritik perubahan fraksi harga saham (tick price) karena kebijakan itu hanya cocok untuk harga saham di bawah Rp1.000.

Meskipun demikian, Airlangga meminta otoritas bursa gencar melakukan sosialisasi peraturan tersebut meski mulai diterapkan Senin (6/1/2014). “Perubahan lot akan membuat transaksi keliru, apalagi sudah pakai IT system,” tuturnya.

Seperti diketahui, BEI akan mengubah jumlah 1 lot saham dari 500 saham menjadi hanya 100 saham. Perubahan tersebut termasuk perubahan fraksi dan kelompok harga yang disederhanakan dari 5 kelompok menjadi 3 kelompok.

Adapun 3 kelompok fraksi harga saham tersebut adalah kelompok pertama dengan harga di bawah Rp500 memiliki perubahan harga (tick price) per Rp1 dengan pergerakan maksimal Rp20.

Kelompok kedua ditetapkan dengan harga antara Rp500—Rp5.000 memiliki perubahan harga per Rp5 dengan pergerakan maksimal Rp100.

Sementara itu, kelompok ketiga dengan harga di atas Rp5.000 memiliki tick price Rp25 dengan pergerakan maksimal Rp500.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia pasar modal harga saham perubahan lot saham fraksi harga saham
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top