Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Genjot Ekspor Kopi

Produsen kopi Jawa Barat optimistis ekspor kopi pada 2014 ke sejumlah negara akan meningkat tajam karena sudah bisa dilakukan secara langsung
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 17 Desember 2013  |  14:09 WIB
Jabar Genjot Ekspor Kopi
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG— Produsen kopi Jawa Barat optimistis ekspor kopi pada 2014 ke sejumlah negara akan meningkat tajam karena sudah bisa dilakukan secara langsung.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jabar Iyus Supriatna mengatakan selama ini ekspor kopi selalu dilakukan melalui Medan dan Surabaya, sehingga eksportir hanya memiliki keuntungan yang tipis.

Menurutnya, ekspor kopi Jabar bisa langsung menyusul diterbitkannya rekomendasi surat penunjukan ekspor kopi (SPEK) yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar.

“Ekspor kopi pada tahun depan pasti atraktif, karena perusahaan yang akan melakukan ekspor tidak lagi melalui pintu Medan dan Surabaya,” katanya kepada Bisnis, Selasa (17/12/2013).

Dia mengungkapkan para petani bisa mendapatkan nilai lebih dari digenjotnya ekspor langsung. Bahkan, perluasan 8.700 hektare tanaman kopi di Jawa Barat dipastikan akan meningkatkan produki kopi sehingga semakin siap bersaing dengan daerah lainnya.

Selain itu, anomali cuaca yang terjadi di beberapa negara Amerika Latin juga menjadi peluang bagi eksportir kopi di Jabar, karena kopi Java Preanger, sebutan bagi kopi Jabar berjenis arabika ini, pasti banyak dicari di pasar dunia.

Menurutnya, di Amerika Latin saat ini sedang dilanda salju sehingga produksi kopi akan mengalami penurunan.

“Indonesia itu memiliki iklim tropis, sehingga tanaman akan menghasilkan kopi kering yang bagus. Berbeda dengan Amerika Latin, jika sedang anomali cuaca produksi kopi mereka menyusut,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dampak meletusnya Gunung Sinabung ke beberapa wilayah di Sumatra dan Aceh diprediksi akan mengganggu produksi kopi di kawasan itu, karena terkena debu sehingga pertumbuhannya melambat.

“Ini kesempatan Jabar untuk lebih menggenjot tanaman kopi, agar potensi ekspor pada 2014 menjadi lebih bagus,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stok kopi asosiasi kopi kopi hitam
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top