Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Kopi Anjlok ke Level Terendah Sejak 4 Dekade

Kontrak kopi anjlok ke level terendah di bursa New York sejak lebih dari empat dekade akibat potensi lonjakan hasil panen di Brasil karena peningkatan curah hujann
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Oktober 2013  |  08:07 WIB
Harga Kopi Anjlok ke Level Terendah Sejak 4 Dekade
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kontrak kopi anjlok ke level terendah sejak lebih dari empat dekade akibat potensi lonjakan hasil panen di Brasil menyusul masuknya musim hujan di negara produsen kopi terbesar dunia tersebut.

Menurut laporan Lembaga Pemantau Cuaca MDA di Maryland, Selasa (29/10/2013), peningkatan curah hujan di Brasil pada pekan ini akan memperbaiki kondisi buah kopi yang sudah mulai berbunga beberapa kali.

Sementara itu, kelembaban tanah juga akan meningkat di Kolombia sebagai negara produsen terbesar kedua setelah Brasil.

“Tanaman kopi yang terus berbunga di Brasil akan membuat para pedagang berpikir bahwa produksi akan meningkat lebih besar dari perkiraan awal,” ujar James Cordier, pendiri Optionsellers.com di Florida sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (30/10/2013).

Menurutnya, negara itu masih menyimpan cadangan kopi tahun lalu dan akan menjadikannya sebagai cadangan baru, sedangkan produksi dari Kolombia juga akan meningkat.

Kopi Arabika untuk pengiriman Desember turun 0,6% menjadi US$1,0695 per pound pada pukul 14.00 waktu setempat di bursa New York atau pukul 01.00 WIB setelah menyentuh angka US$1,066 atau yang terendah sejak Maret 2009. Harga kopi turun selama 11 sesi perdagangan berturut-turut atau yang terlama sejak 1972.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil arabika harga kopi stok kopi kedai kopi

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top