Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasca IPO, Sawit Sumbermas Sarana Garap Industri Hilir

Setelah resmi melantai di bursa PT Sawit Sumbermas Sarana (SSS) mulai masuk ke industri hilir, dengan menanamkan saham sebesar 20% atau senilai Rp40 miliar terhadap perusahaan pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng (refinery) pada 2014.

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah resmi melantai di bursa PT Sawit Sumbermas Sarana (SSS) mulai masuk ke industri hilir, dengan menanamkan saham sebesar 20% atau senilai Rp40 miliar terhadap perusahaan pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng (refinery) pada 2014.

Direktur Utama Sawit Sumbermas Rimbun Situmorang menjelaskan langkah perusahaan untuk masuk ke industri hilir merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah terhadap produk perusahaan. Proses hilirasasi tersebut menurutnya akan dilakukan secara bertahap.

“Kami akan masuk industri hilir tetapi secara step-by-step, pertama dengan penyertaan modal terhadap perusahaan pengolah CPO milik parent company,” paparnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Menurutnya, perusahaan akan mulai proses refinery minyak goreng pada akhir 2015. Dengan masuk ke dalam perusahaan pengolahan minyak goreng, menurutnya akan memudahkan perusahaan untuk masuk ke produksi biodiesel yang saat ini sedang didorong oleh pemerintah.

Selain itu, perusahaan akan menambah kapasitas produksi pabrik kelapa sawit (PKS) dari 250 ton tandan buah segar (TBS) per jam menjadi 300 ton TBS per jam. Peningkatan produksi tersebut dibarengi dengan rencana pembangunan pabrik baru senilai US$12 juta dan pengembangan lahan perkebunan seluas 5.500 hektare.

“Untuk pembangunan PKS membutuhkan waktu sekitar 18 bulan, kami akan mulai pembangunan pada 2015, sehingga di awal 2017 sudah bisa memproduksi,” paparnya.

Sementara itu, hingga akhir 2013 perusahaan diprediksi mampu memproduksi sebanyak 300.000 ton TBS dan diprediksi tahun depan tumbuh sekitar 10%-15% sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kinerja perusahaan. Adapun harga rerata CPO hingga akhir tahun ini mendekati level US$730—US$750 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper