Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO Grand Kartech (KRAH) Oversubscribed 44 Kali

Perusahaan rekayasa dan manufaktur PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 44 kali dari total jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 08 November 2013  |  08:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA‎—Perusahaan rekayasa dan manufaktur PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 44 kali dari total jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Perseroan yang berdiri sejak 1990 itu melakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2013.‎‎

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Grand Kartech Johanes Budi menuturkan hal itu membuktikan saham perseroan diminati oleh investor.

Grand Kartech mengurangi jumlah saham yang akan dilepas ke publik dari rencana semula maksimal 320 juta saham menjadi 163,64 juta saham seiring dengan permintaan yang tinggi dari investor.

Pihaknya telah menetapkan harga ‎‎‎IPO sebesar Rp275 per lembar saham dengan raupan dana Rp45 miliar.‎

Sebelumnya, perseroan telah menggelar masa penawaran awal dengan kisaran harga Rp225—Rp300 per saham pada 3—17 Oktober 2013.

"Permintaan saham perseroan tinggi, itu terlihat dari harga penawaran yang lebih condong ke batas atas. Kondisi tersebut membuat kami menurunkan jumlah saham yang akan dijual ke publik,” katanya.

Setelah melakukan penawaran awal, perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Oktober mendatang. Setelah itu, masa penawaran umum digelar pada 30 Oktober-1 November 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia listing ipo dan obligasi grand kartech
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top