Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang SUN: Pemerintah Beri Yield Tinggi

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kondisi pasar yang terus terkoreksi, pemerintah kembali meraup dana senilai Rp12 triliun pada lelang surat utang negara dengan yield tertinggi yang dimenangkan berkisar 6,99% hingga 9,2%.
Maftuh Ihsan
Maftuh Ihsan - Bisnis.com 28 Agustus 2013  |  02:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kondisi pasar yang terus terkoreksi, pemerintah kembali meraup dana senilai Rp12 triliun pada lelang surat utang negara dengan yield tertinggi yang dimenangkan berkisar 6,99% hingga 9,2%.

Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, dari keempat seri yang dimenangkan, FR0070 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2024 dimenangkan dengan nilai paling tinggi yakni mencapai Rp6 triliun.

Sementara itu, seri lainnya yakni SPN12140731, FR0069, dan FR0068 dimenangkan masing-masing senilai Rp3,05 triliun, Rp1,05 triliun, dan Rp1,9 triliun, dengan total penawaran masuk untuk keempat seri tersebut mencapai Rp23 triliun.

Herdi Ranu Wibowo, Head of Debt Capital Market PT BCA Sekuritas, menuturkan pada lelang tersebut, pemerintah merespon permintaan investor di tengah kondisi pasar yang terkoreksi dengan memberikan imbal hasil tinggi.

“Pemerintah menyerap dengan yield tinggi karena memang target pembiayaan APBN dari obligasi belum aman,” paparnya, Selasa (27/8/2013).

Adapun, investor merespon gejolak di pasar dengan meminta yield tinggi pada lelang. Sebagai gambaran, imbal hasil terendah yang masuk untuk seri FR0070 adalah 8,55% dan tertinggi 9,3%, dengan penawaran masuk Rp9,24 triliun.

Ini sejalan dengan perkiraan PT Mandiri Sekuritas seperti yang dijelaskan dalam risetnya, Selasa (27/8), bahwa fair yield untuk calon obligasi pemerintah acuan bertenor 10 tahun tersebut mencapai 8,56% atau berada di kisaran 8,51% - 8,61%.

“Penerbitan surat utang baru mencapai 58,6% atau Rp195,3 triliun dari target tahun ini,” ungkap Handy Yunianto, Head of Debt Research Mandiri Sekuritas, dalam riset tersebut.

Amir Dalimunthe, Debt Research Analyst PT Danareksa Sekuritas, menuturkan seri FR0070 mendapat permintaan tinggi dari para investor yang diikuti harapan mendapatkan imbal hasil tinggi.

Sementara itu, untuk seri SPN, permintaan tinggi masih bisa dikontrol pemerintah untuk memberikan imbal hasil yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penawaran yield terendah yang masuk di bawah 7% yakni 6,7%.

“Kalau dilihat dari sisi baiknya ada pada investor karena pemerintah menepati janjinya untuk memberikan imbal hasil tinggi,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, strategi melelang surat utang dengan yield tinggi tidak terlalu menjadi beban karena setidaknya pemerintah telah berhasil memanfaatkan periode dua tahun terakhir dengan bunga rendah.

Sementara itu, di pasar skunder, data PT Penilai Harga Efek Indonesia memperlihatkan imbal hasil obligasi pemerintah acuan bertenor 10 tahun FR0063 naik 38 basis poin menjadi 8,65% pada penutupan perdangan Selasa (27/8).

“Pasar masih dihantui ketidakpastian terutama terkait ekspektasi BI rate [suku bunga acuan Bank Indonesia] ditambah lagi tren pelemahan rupiah,” tutur Herdi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sun surat utang yield
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top