Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tower Bersama Kantongi Peringkat AA-

BISNIS.COM, JAKARTA-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mendapat peringkat nasional jangka panjang di level AA- dengan prospek stabil dari Fitch Ratings.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 08 Juli 2013  |  18:15 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mendapat peringkat nasional jangka panjang di level AA- dengan prospek stabil dari Fitch Ratings.

Analis Utama Fitch Ratings Olly Prayudi menyampaikan faktor utama penggerak peringkat ialah profil kredit yang solid dan kemampuan menghasilkan arus kas yang stabil dengan komposisi penyewa yang kuat dan rasio margin EBITDA yang tinggi dengan persentase 82% pada kuartal pertama 2013.

"Peringkat juga didukung oleh besarnya hambatan asing untuk masuk, karena regulator telekomunikasi Indonesia melarang orang yang bukan berkewarganegaraan Indonesia untuk memiliki saham mayoritas di perusahaan menara," demikian tertulis dalam hasil riset yang dirilis Senin(8/7).

Peringkat Tower Bersama setara dengan perusahaan sejenis, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo (BB/AA-(idn)/stabil). Menurut lembaga pemeringkat internasional tersebut, kualitas penyewa Tower Bersama yang lebih baik mengkompensasi neraca yang lebih lemah dibanding Protelindo.

Di a menjelaskan Tower Bersama memperoleh 73.4% dari total omzet pada kuartal I/2013 dari perusahaan telekomunikasi berperingkat "layak investasi" atau investment grade atau lebih tinggi dari Protelindo yang hanya 35%.

Sementara itu, dana operasional atau funds from operations (FFO)-adjusted net leverage Tower Bersama pada 2013 diperkirakan lebih lemah di kisaran 4x-4,5x dibandingkan Protelindo di 3x-3,5x.

 Rasio margin EBITDA Tower Bersama diperkirakan tetap berada di atas 80% dalam jangka menengah, didukung kontrak yang sudah diteken dengan memasukkan klausul kenaikan eskalasi dan struktur biaya operasional yang rendah.

 Di sisi lain, kebutuhan tambahan belanja modal organik juga rendah karena kebutuhan belanja modal sebagian besar ditujukan untuk menambah jumlah penyewa yang umumnya berskala kecil.

 Terkait rasio penyewa, dihitung dari total penyewa terhadap jumlah menara berada di level 1,74x pada kuartal pertama 2013. Ini berpotensi meningkat dengan adanya kesempatan untuk kolokasi di dalam industri ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peringkat tower bersama fitch ratings
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top