Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apexindo relisting kuartal ini

BISNIS.COM, JAKARTA—Bursa Efek Indonesia (BEI) membenarkan bahwa PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan kembali mencatatkan sahamnya di bursa (relisting) pada kuartal ini.

BISNIS.COM, JAKARTA—Bursa Efek Indonesia (BEI) membenarkan bahwa PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan kembali mencatatkan sahamnya di bursa (relisting) pada kuartal ini.

Dengan demikian, Apexindo akan menjadi perusahaan pertama yang relisting tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan proses relisting tersebut tidak membutuhkan penjamin emisi baru karena sejak dulu bekas emiten berkode APEX itu sudah memiliki lead underwriter.

Relisting-nya triwulan ini, prosedurnya nanti seperti relisting-nya PT Sekar Bumi Tbk [SKBM], ngga seperti prosedur IPO biasa. Setelah relisting mungkin ada opsi rights issue untuk menambah modal kerjanya,” ujarnya ketika ditemui di Gedung BEI usai Shalat Jumat, (10/5/2013).

Secara terpisah, Direktur Utama Apexindo Zainal Abidinsyah Siregar dalam keterbukaan informasi baru-baru ini menyatakan perseroan akan menggelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada Jumat, 31 Mei 2013.

Selain meminta persetujuan rencana relisting, agenda RUPS lainnya adalah perubahan susunan pengurus perseroan dan persetujuan perpanjangan investasi pada pihak terafiliasi.

Sebelumnya pada 2008, PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) mengakuisisi 80,75% kepemilikan Apexindo melalui anak usahanya, Sabre Systems International Pte Ltd (SSI). MIRA membelinya dari PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore International Ltd. 

Kemudian pada 2009, MIRA melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) terhadap Apexindo. Pasalnya, Apexindo terkena aturan chain listing (pencatatan saham berantai), di mana inti dari aturan itu menyebutkan suatu emiten yang dimiliki oleh emiten lain harus dilakukan delisting apabila menyumbang lebih dari 50% pendapatan konsolidasi emiten induknya.

MIRA diketahui melepas APEX kepada investor baru, yaitu Tuscany Investment Group Ltd. Berdasarkan catatan Bisnis, Apexindo yang bergerak di bidang jasa migas ini baru saja memperpanjang kontrak jasa rig dengan PT Total E&P Indonesie untuk pengeboran di Blok Mahakam, Kalimantan Timur tahun ini senilai Rp5,4 triliun.

Hoesen menambahkan relisting-nya APEX tidak masuk dalam target bursa tahun ini yang mengharapkan kedatangan 30 emiten baru. Namun, saat relisting-nya APEX terealisasi, lanjutnya, otomatis menambah daftar emiten baru tahun ini.

14 CALON EMITEN BARU

Setelah PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatatkan saham perdananya pada 8 Mei lalu, bursa menginventarisir masih ada sekitar 14 calon emiten baru yang akan menggelar IPO pada sisa kuartal ini.

Mereka adalah PT Saratoga Investama Sedaya (SIS), PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM), PT Dharma Satya Nusantara, PT Semen Baturaja, PT Electronic City, PT Acset Indonusa, PT Nusa Raya Cipta, PT Multipolar Technology, Siloam Hospital.

Selanjutnya, lima bank yakni Bank Muamalat, Bank Mestika, Bank Nobu, Bank Mitraniaga, dan Bank Maspion. Semuanya akan menggunakan laporan keuangan Desember 2012. “Kecuali IPO-nya Kota Deltamas ya, mereka menggunakan buku triwulan I/2013,” ujar Hoesen. (msb)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper