Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA CHINA: Saham Jatuh, Indeks Shanghai Composite Turun 0,6%

BISNIS.COM, SINGAPURA--Saham China turun melanjutkan kerugian untuk minggu ketiga dan perubahan harga turun ke titik terendah dalam 5 tahun sebelum data PDB dirilis minggu depan.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 12 April 2013  |  22:50 WIB

BISNIS.COM, SINGAPURA--Saham China turun melanjutkan kerugian untuk minggu ketiga dan perubahan harga turun ke titik terendah dalam 5 tahun sebelum data PDB dirilis minggu depan.

Gree Electric Appliances Inc dan SAIC Motor Corp, produsen AC dan otomotif terbesar China, memimpin penurunan tersebut. Air China Ltd dan Cosco Shipping Co melemah setidaknya 1%.

Henan Shuanghui Investasi & Development Co, industri pengolahan daging babi, naik 2,8% dipicu spekulasi merosotnya harga babi akan mengurangi biaya operasional.

Indeks The Shanghai Composite (SHCOMP) turun 0,6% menjadi 2,206.78 pada penutupan, level terendah sejak 27 Desember.

Indeks The CSI 300 Index turun 0,6% menjadi 2,462.11. Indeks Hang Seng China Enterprises tergelincir 0,55.

Sedangkan Indeks The Bloomberg China-US Equity (CH55BN) turun 1,1%, kemarin. "Saham jatuh menjelang data GDP pada Senin," kata Zhang Haidong, analis Tebon Securities Co.

Data terbaru menunjukkan ekonomi masih lemah dan investor masih mencerna berita buruk seperti curbs propert. "Jadi kami mengalami periode koreksi," lanjut Zhang.

Indeks Shanghai telah jatuh 9,4% dari tertinggi pada 6 Februari di tengah kekhawatiran langkah mendinginkan harga properti akan menyeret pada pertumbuhan ekonomi. "Investor telah mematok harga terkait berita terbaru karenanya tidak merangsang pasar sehingga volatilitas berada di titik rendah," kata Zhang. (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hang seng bursa china saham china

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top