Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SMARTFREN: Tunggak Biaya Pencatatan Obligasi, Perusahaan Terancam Didenda

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Smartfren Telecom Tbk terancam dikenakan sanksi peringatan tertulis kedua beserta denda jika tak segera memenuhi kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan obligasi periode 2013-2014.Hal tersebut ditegaskan oleh Kadiv Penilaian
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 21 Maret 2013  |  11:26 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Smartfren Telecom Tbk terancam dikenakan sanksi peringatan tertulis kedua beserta denda jika tak segera memenuhi kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan obligasi periode 2013-2014.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kadiv Penilaian Perusahaan Surat Utang Bursa Efek Indonesia dalam surat tertanggal 20 Maret 2013 yang dipublikasikan hari ini, Kamis (21/3/2013).

Otoritas bursa telah mengirimkan surat peringatan pertama tertanggal 20 Maret 2013 kepada manajemen perseroan terkait keterlambatan pembayaran biaya pencatatan tahunan obligasi I Mobile-8 Telecom 2007.

Jika merujuk pada peraturan pencatatan efek No. I.A.6 huruf C.4.b, jika dalam jangka waktu 15 hari bursa sejak tanggal peringatan tertulis pertama emiten tetap tidak memenuhi kewajibannya, pada hari bursa berikutnya otoritas bursa akan mengenakan peringatakan tertulis kedua beserta denda.

Dalam beleid itu disebutkan denda yang akan dikenakan kepada emiten berkode FREN itu adalah Rp100.000 per hari bursa.

Jika manajemen perseroan tetap belum melaksanakan kewajibannya sehingga menimbulkan surat peringatan tertulis ketiga, denda yang dikenakan akan naik menjadi Rp150.000 per hari bursa.(aca/yop)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren telecom fren
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top