Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA MULTIFINANCE: CIMB Finance Optimistis Raih Laba Rp200 Miliar

JAKARTA: PT CIMB Niaga Auto Finance optimis dapat meraih laba sekitar Rp200 miliar pada tahun ini dengan penyaluran pembiayaan baru Rp9 triliun.Frengkie Natawijaya, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), mengatakan perseroan optimis dapat
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  12:20 WIB

JAKARTA: PT CIMB Niaga Auto Finance optimis dapat meraih laba sekitar Rp200 miliar pada tahun ini dengan penyaluran pembiayaan baru Rp9 triliun.Frengkie Natawijaya, Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), mengatakan perseroan optimis dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp9 triliun pada akhir tahun ini, meskipun ada kendala kebijakan uang muka yang berlaku 15 Juni lalu.“Adapun untuk laba, kami optimis bisa sekitar Rp200 miliar pada akhir tahun ini,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.Raihan laba tersebut akan semakin memperkuat ekuitas perseroan sehingga dapat menurunkan gearing ratio. Ekuitas perseroan pada November lalu berada di Rp550 miliar.Ekuitas tersebut dipastikan bertambah karena induk usaha telah menyuntikan modal disetor Rp100 miliar pada pekan lalu. PT Bank CIMB Niaga Tbk selaku pemegang saham mayoritas memberikan tambahan modal Rp99,94 miliar. Adapun sisanya oleh Niaga Manajemen Citra.Penambahan penyertaan modal itu dilakukan secara proporsional sehingga porsi kepemilikan CNAF tidak berubah, yakni CIMB Niaga memiliki 99,94% dan sisanya Niaga Manajemen Citra. “Dengan penambahan tersebut, maka modal disetor kami saat ini sebesar Rp300 miliar,” jelasnya.Menurut Frengkie, penambahan modal akan membantu perseroan menurunkan gearing ratio ke level optimal. Perseroan berharap gearing ratio berada di bawah 6 kali, meskipun regulasi membolehkan hingga 10 kali.Pada tahun depan, perseroan mengincar pertumbuhan pembiayaan baru di atas 20% menjadi Rp11 triliun. Namun Frengkie menegaskan target tersebut akan tercapai apabila aturan uang muka pembiayaan syariah ditunda pelaksanaannya. “Kalau uang muka syariah diatur maka target kami turun menjadi Rp9 triliun,” ujarnya.CNAF juga berencana menerbitkan obligasi Rp2 triliun pada tahun depan dengan tujuan diversifikasi serta menurunkan biaya dana.“Kami ada rencana untuk melakukan emisi obligasi berkelanjutan senilai Rp2 triliun pada 2013. Tahap pertama pada triwulan II dan tahap kedua pada triwulan IV,” ujarnya.Emisi ini merupakan bagian dari pendanaan demi mendukung ekspansi bisnis pada tahun depan. Perseroan membutuhkan dana Rp5,5 triliun yang sebagian besar masih dipenuhi dari perbankan, baik lewat mekanisme joint financing  dengan induk usaha maupun pinjaman dari bank lain.Frengkie mengaku belum menunjuk secara resmi perusahaan penunjang dalam emisi obligasi tersebut. Namun, lanjutnya, perseroan pasti memilih PT CIMB Securities Indonesia, yang masih memiliki afiliasi, sebagai penjamin pelaksana emisi.Perseroan berencana untuk menggunakan laporan keuangan Desember 2012 dalam emisi ini, “Proses emisi membutuhkan waktu 3 bulan. Jadi ketika tutup buka Desember 2012 kami langsung mulai prosesnya,” ujarnya. (spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top