Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Pemda akan emisi obligasi daerah Rp2 triliun

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 30 November 2011  |  18:55 WIB

 

JAKARTA:PT Pemeringkat Efek Indonesia mengungkapkan dua pemerintah daerah yang telah menyatakan minatnya untuk menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond yaitu DKI Jakarta dan Pemkot Makassar dengan total emisi sekitar Rp2 triliun.
 
Direktur Utama Pefindo Ronald T Andi Kasim mengatakan kedua pemerintah daerah (pemda) tersebut baru menyatakan minatnya secara informal kepada Pefindo. 
 
"Mereka baru tanya-tanya soal proses penerbitan obligasi, metodologi pemeringkatan, dan biayanya tapi secara resmi belum minta untuk diperingkat oleh Pefindo," katanya  hari ini.
 
Dia menuturkan nilai emisi yang bakal diterbitkan oleh Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp1,7 triliun sedangkan Pemkot Makassar perkiraan nilai emisinya di bawah Rp1 triliun. 
 
"Setelah diperingkat, biasanya baru pasti jumlah emisinya, tenor, dan kuponnya," jelasnya.
 
 
Head of Fixed Income PT Anugerah Securindo Indah Ramdhan Ario Maruto mengatakan berkaca pada perkembangan obligasi yang diterbitkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD), obligasi daerah memiliki prospek yang cerah ke depannya. "Karena BPD itu merepresentasikan pemerintah daerah." 
 
Menurutnya, penerbitan obligasi daerah dapat menjadi alternatif investasi bagi investor yang selama ini hanya terpaku pada instrumen obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. 
 
"Tapi untuk bisa berkembang, butuh waktu karena instrumen baru itu perlu tes pasar dulu," ujarnya.
 
Ronald mengakui praktik penerbitan municipal bond di luar negeri, terutama di AS, sudah berkembang pesat dan pasar sekundernya juga sudah terbentuk dan ramai layaknya transaksi obligasi korporasi. 
 
Dengan jumlah pemda di seluruh Indonesia yang mencapai 500-an, terangnya, pasar obligasi daerah memiliki prospek untuk berkembang seperti di luar negeri. "Kami akan terus membantu agar pasar obligasi daerah di Indonesia berkembang seperti di luar negeri," ujarnya. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top