Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bumi Citra akuisisi produsen besi

JAKARTA: Pengembang properti PT Bumi Citra Permai Tbk memutuskan masuk ke bisnis tambang bijih besi dengan mengakuisi 97,24% saham PT Gunung Besi Utama senilai US$260 juta.Dalam rangka itu, perseroan yang dipimpin oleh Annie Halim itu telah menandatangani
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 21 November 2011  |  17:31 WIB

JAKARTA: Pengembang properti PT Bumi Citra Permai Tbk memutuskan masuk ke bisnis tambang bijih besi dengan mengakuisi 97,24% saham PT Gunung Besi Utama senilai US$260 juta.Dalam rangka itu, perseroan yang dipimpin oleh Annie Halim itu telah menandatangani nota kesepahaman dengan Nabil Enterprises Ltd selaku pemegang surat utang wajib konversi (mandatory convertible notes/MCN) yang diterbitkan oleh Gunung Besi.Nabil Enterprises merupakan perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum yang berlaku di United Emirates Arab. Nabil tercatat memiliki sebanyak 20 MCN senilai US$260 juta yang apabila dikonversi menjadi saham adalah sebanyak 97,24% saham dari modal disetor Gunung Besi.Gunung Besi Utama sendiri merupakan perusahaan yang memiliki usaha pertambangan biji besi baik secara langsung maupun tidak langsung.Manajeman Bumi Citra menyatakan kebutuhan pendanaan untuk aksi korporasi tersebut akan didanai dari hasil penawaran umum terbatas (PUT) I kepada para pemegang saham Bumi Citra. Manajemen perseroan pun menjadwalkan akan menggelar RUPSLB pada 21 Desember 2011. Selain meminta izin untuk right issues, perseroan juga akan meminta izin penambahan kegiatan usaha perseroan.Pada perdagangan, hari ini, harga saham emiten berkode BCIP itu ditutup menguat 10 poin atau 4,65% pada level Rp225 per saham. Harga tersebut membentuk kapitalisasi pasarnya Rp321,30 miliar dengan rasio harga saham terhadap laba bersih (price to earnings ratio/PER) sebanyak 65,21 kali.Mayoritas saham Bumi Citra yaitu 48,81% saat ini dikuasai oleh PT Bumi Citra Investido sedangkan 33,56% dikuasai oleh investor publik.Hingga 30 September 2011, perseroan yang menguasai Millennium Industrial Estate yang berlokasi di Tangerang tersebut mencatatkan penurunan penjualan bersih 39,71% menjadi Rp38,94 miliar dari Rp64,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, perseroan juga harus menderita rugi bersih Rp199,05 juta setelah mencatatkan untung Rp14,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top