Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perdagangan Bursa Saham Tetap Dibuka Besok Senin (1/9) Pasca-Demo Ricuh

OJK tetap buka perdagangan bursa saham pascamemanasnya aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
Pengunjung beraktivitas di dekat layar pergerakan saham gabungan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (28/4/2025)./ JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pengunjung beraktivitas di dekat layar pergerakan saham gabungan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (28/4/2025)./ JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Kondisi politik dalam negeri yang kian memanas dikhawatirkan memengaruhi pasar saham Indonesia. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum berencana meliburkan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi mengatakan, sampai saat ini, OJK akan tetap menjalankan perdagangan di pasar modal pada besok, Senin (1/9/2025). 

"Sambil lihat perkembangan," kata Inarno kepada Bisnis pada Minggu (31/8/2025).

Bisnis pun telah meminta penjelasan kepada BEI terkait perdagangan pada besok, Senin (1/9/2025). Namun, sampai berita ini dirilis, belum ada jawaban dari Bursa.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan BEI akan menggelar pertemuan manajemen BEI dengan jurnalis pada Senin (1/9/2025) secara daring pada pukul 13.00-14.30 WIB. Namun, undangan pertemuan dari BEI itu tidak menyebutkan mengenai materi pembahasan yang akan disampaikan oleh manajemen BEI.

Pasar saham Indonesia memang dinilai akan terkena dampak kondisi politik dalam negeri yang memanas beberapa hari terakhir. Aksi demonstrasi buruh dan masyarakat luas di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) berlangsung hingga malam hari. Timbul korban jiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) karena dilindas oleh polisi dengan mobil rantis.

Kejadian itu memicu amarah publik dan kalangan sesama pengemudi ojol. Ratusan massa mendatangi markas Mako Brimob (Brigade Mobil) di Kwitang, Jakarta pada Jumat (29/8/2025). 

Amarah publik pun meluas hingga menimbulkan terjadinya penjarahan rumah sejumlah anggota DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani oleh massa tidak dikenal. 

Seiring dengan memanasnya kondisi politik dalam negeri, pasar saham pun jeblok. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) telah melorot 1,53% ke level 7.830,49 pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8/2025). Meskipun IHSG masih di zona hijau, menguat 10,63% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Pasar saham Indonesia juga mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp1,12 triliun pada perdagangan akhir pekan ini. Dengan begitu, net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp50,94 triliun ytd.

Penggiat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan, IHSG pada perdagangan besok, Senin (1/9/2025) rawan dibuka melemah akibat gejolak politik yang terjadi selama akhir pekan ini. 

"Sejarah membuktikan pasar sangat sensitif terhadap isu sosial dan politik. Besok panic sell mungkin terjadi, apalagi jika situasi tak kunjung reda dan belum ada langkah antisipasi dan kebijakan strategis dari pemerintah untuk meredakan kekisruhan," kata Reydi kepada Bisnis pada Minggu (31/8/2025).

Director Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pada dasarnya pelaku pasar sedang melihat apakah demonstrasi yang terjadi menuju anarkis dan mengganggu kestabilan kehidupan ekonomi serta politik atau tidak. 

"Jika hal tersebut terjadi maka tentunya pelaku pasar akan stay away dari market hingga kondisi yang ada bisa lebih aman. Jeda waktu ini lah yang kita tidak dapat perkirakan durasi waktunya," ujar Reza kepada Bisnis.

Pelaku pasar juga dinilai masih cenderung wait and see terutama melihat kondisi di dalam negeri dalam beberapa hari ke depannya.

"Kalau sudah terkait ekonomi dan politik tentunya pelaku pasar akan cenderung melakukan aksi jual sehingga hampir semua sektor akan terkena dampaknya," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro