Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Undang Jurnalis di Tengah IHSG Ambruk dan Aksi Demo Ricuh, Bahas Apa?

BEI akan mengadakan pertemuan daring dengan jurnalis pada 1 September 2025 untuk membahas kondisi pasar saham yang anjlok di tengah demonstrasi ricuh di Jakarta.
Warga melintasi kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Minggu (3/8/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Minggu (3/8/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ringkasan Berita
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengadakan pertemuan daring dengan jurnalis untuk membahas situasi pasar saham yang anjlok di tengah demonstrasi.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,53% meskipun masih menguat 10,63% sepanjang tahun, dengan net sell asing mencapai Rp50,94 triliun.
  • Direktur Pengembangan BEI menegaskan bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap solid dan tidak ada rencana penyesuaian aturan meski kondisi sosial-politik kurang kondusif.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pertemuan dengan jurnalis pada besok, Senin (1/9/2025). Pertemuan tersebut digelar usai pasar saham Indonesia jeblok.

Berdasarkan undangan yang diterima lewat pesan singkat, Sekretaris Perusahaan PT BEI menjelaskan akan menggelar pertemuan yakni "Temu Manajemen BEI dengan Wartawan Pasar Modal" secara daring pada besok pukul 13.00-14.30 WIB.

Namun, undangan dari BEI itu tidak menyebutkan mengenai materi pembahasan yang akan disampaikan oleh Manajemen BEI.

Adapun, agenda pertemuan tersebut digelar BEI di tengah gejolak demonstrasi yang juga membuat pasar saham Indonesia ambruk.

Berdasarkan data BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk 1,53% ke level 7.830,49 pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8/2025).

Meskipun, IHSG masih di zona hijau, menguat 10,63% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Pasar saham Indonesia juga mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp1,12 triliun pada perdagangan akhir pekan ini.

Dengan begitu, net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp50,94 triliun sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Adapun, jebloknya pasar saham Indonesia terjadi di tengah eskalasi demonstrasi. Aksi demonstrasi buruh dan masyarakat luas di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) berlangsung hingga malam hari. Timbul korban jiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) karena dilindas oleh polisi dengan mobil rantis.

Kejadian itu memicu amarah publik dan kalangan sesama pengemudi ojol. Hingga Jumat (29/8/2025) dini hari ratusan massa mendatangi markas Mako Brimob (Brigade Mobil) di Kwitang, Jakarta.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menyebutkan bahwa kinerja jeblok pasar saham Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

“Pelemahan ini pastinya dipicu oleh kondisi sosial-politik yang kurang kondusif,” ujar Harry kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.

Sementara, di tengah gejolak pasar saham, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih solid.

Dia juga menyampaikan bahwa BEI tidak berencana melakukan penyesuaian aturan terkait dengan dinamika pasar ini. Menurutnya, seluruh aspek pengawasan dan operasional bursa masih berjalan sesuai dengan jalurnya.

Terpenting, kata Jeffrey, investor tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi sehingga gejolak jangka pendek tidak menimbulkan kepanikan.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro