Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang anggota MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mencatatkan kinerja keuangan impresif sepanjang semester I/2025 dengan pertumbuhan signifikan pada seluruh lini.
Berdasarkan laporan keuangan akhir Juni 2025, Antam membukukan penjualan sebesar Rp59,01 triliun hingga paruh pertama tahun ini. Realisasi tersebut melonjak 154,51% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp23,18 triliun.
Penjualan Antam ditopang oleh seluruh segmen yang kompak menguat. Emas meraih penjualan Rp49,53 triliun, bijih nikel Rp6,7 triliun, feronikel Rp1,16 triliun, alumina Rp920,35 miliar, bijih bauksit Rp542,63 miliar, dan perak Rp54,74 miliar.
Sejalan dengan lonjakan pendapatan, beban pokok Antam juga naik menjadi Rp50,78 triliun atau tumbuh 139,70% secara tahunan (year on year/YoY). Dengan demikian, laba kotor perseroan melesat 311,71% YoY menjadi Rp8,23 triliun.
Kinerja cemerlang itu berlanjut pada capaian laba bersih yang mencapai Rp4,70 triliun, melonjak 202,89% dibandingkan dengan Rp1,55 triliun pada semester I/2024.
Di sisi lain, Antam mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp10,51 triliun pada semester I/2025 atau meningkat 20,13% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga
Dari sisi neraca, total aset perseroan per semester I/2025 tercatat sebesar Rp48,37 triliun, meningkat 8,66% year to date (YtD). Liabilitas turut meningkat 19,06% YtD menjadi Rp14,67 triliun dan ekuitas meningkat 4,68% menjadi Rp33,7 triliun.
Dalam perkembangan sebelumnya, manajemen Antam melaporkan rekor penjualan emas kuartalan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal II/2025.
Perseroan mencatat penjualan emas sebesar 29.305 kilogram atau 942.178 troy oz, dengan produksi mencapai 438 kilogram atau 14.082 troy oz. Adapun penjualan bijih nikel mencapai 8,20 juta wet metric ton (wmt) dengan produksi 9,10 juta wmt.
“Kinerja penjualan komoditas feronikel dan bauksit pada semester I/2025 turut dipengaruhi oleh penyesuaian terhadap regulasi terkait harga jual produk,” tulis manajemen ANTM, dikutip pada Jumat (29/8/2025).
Pada semester I/2025, Antam memproduksi 9.067 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan penjualan 5.763 TNi. Dari segmen bauksit dan alumina, produksi bauksit tercatat sebesar 1,38 juta wmt dan penjualan 1,03 juta wmt. Selain itu, produksi Chemical Grade Alumina (CGA) mencapai 89.385 ton, dengan penjualan 91.109 ton.
Sepanjang 2025, perseroan juga melanjutkan pengembangan hilirisasi, salah satunya melalui groundbreaking proyek bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CBL). Proyek ini menjadi tonggak awal pembangunan ekosistem kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.
Manajemen Antam menegaskan fokus operasional pada dua prinsip utama, yakni value creation dan sustainability. Komitmen ini diwujudkan lewat strategi pemasaran inovatif, diversifikasi pasar, pengelolaan biaya yang terukur, serta hilirisasi produk.
“Strategi ini merupakan upaya perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tulis manajemen Antam.
___________________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.