Bisnis.com, JAKARTA — PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) atau RS Mayapada milik taipan Dato Sri Tahir mencatatkan kinerja rugi bersih sebesar Rp23,51 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan, rugi bersih SRAJ pada 2024 itu menipis 38,91% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih pada 2023 sebesar Rp38,49 miliar.
SRAJ mencatatkan pendapatan yang naik 25,77% YoY menjadi Rp3,14 triliun pada 2024, dibandingkan Rp2,5 triliun pada 2023.
Pendapatan SRAJ dikontribusikan dari pendapatan atas layanan rawat inap sebesar Rp1,96 triliun pada 2024, naik 25,66% YoY. Kemudian, rawat jalan naik 25,95% YoY menjadi Rp1,18 triliun pada 2024.
Emiten pengelola rumah sakit Mayapada Group milik Dato Sri Tahir itu telah mencatatkan beban pendapatan sebesar Rp2,23 triliun pada 2024, membengkak dari beban pendapatan pada 2023, sebesar Rp1,78 triliun.
SRAJ pun sebenarnya masih membukukan laba bruto sebesar Rp916,44 miliar pada 2024, meningkat dibandingkan laba bruto pada 2023 sebesar Rp718,02 miliar.
Baca Juga
Namun, setelah dikurangi beban penjualan sebesar Rp44,77 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp689,14 miliar, serta beban keuangan sebesar Rp173,86 miliar, maka SRAJ membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp2,64 miliar.
SRAJ sendiri telah mencatatkan aset sebesar Rp5,68 triliun pada 2024, naik 1,36% yoy. Kemudian, liabilitas perseroan naik 2,69% YoY menjadi Rp3,84 triliun.
Ekuitas SRAJ susut 1,3% YoY menjadi Rp1,83 triliun pada 2024. Kas dan setara kas akhir tahun juga susut 46,19% YoY menjadi Rp277,2 miliar pada 2024.
Adapun, seiring dengan capaian kinerja keuangan, harga saham SRAJ berada dalam tren menghijau pada awal 2025. Harga saham SRAJ naik 0,82% pada perdagangan terakhirnya sebelum libur Lebaran (27/3/2025) ke level Rp2.460 per lembar.
Harga saham SRAJ juga naik 4,24% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sejak perdagangan perdana 2025.
Sejak tahun lalu, SRAJ juga gencar ekspansi rumah sakit. Berbagai proyek dicanangkan oleh SRAJ, seperti Mayapada Hospital Jakarta Selatan dengan dana yang dikucurkan sebesar Rp725 miliar.
Lalu, Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital (MABIH) dengan dana yang dikucurkan sebesar Rp725 miliar. Selain itu, Mayapada Hospital Surabaya 2 sekitar Rp250 miliar dan Mayapada Hospital Surabaya sekitar Rp125 miliar.