Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pemilik dan pengelola Rumah Sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) mengantongi dana US$125 juta dari penerbitan surat utang yang dibeli oleh Bain Capital Credit selaku investor.
Sekretaris Perusahaan Sejahteraraya Anugrahjaya Arie Frisandi mengatakan perseroan yang terafiliasi dengan Dato Sri Tahir itu telah menerbitkan surat utang senilai US$125 juta atau setara dengan Rp1,89 triliun pada 26 Februari 2025.
“Para investor adalah entitas yang dikendalikan oleh Bain Capital Credit, LP, suatu firma investasi swasta yang berasal dari Amerika Serikat, dan afiliasinya. Para Investor tidak terafiliasi dengan perseroan,” tulis Arie dalam keterangan resmi, Kamis (27/2/2025).
Lebih terperinci, entitas usaha Bain Capital Credit yang menyerap surat utang SRAJ terdiri atas BCSS Maverick Holdings I, L.P. senilai US$62,5 juta, dan BCSS Maverick Holdings II, L.P. (BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan BCSS Maverick Holdings II, L.P. senilai US$62,5 juta.
Surat utang SRAJ akan jatuh tempo dalam 7 tahun atau 84 bulan sejak penerbitan. Aksi korporasi emisi surat utang itu telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham SRAJ pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Februari 2025.
Berikut perincian rencana penggunaan dana surat utang SRAJ:
1. Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Sekitar Rp725 miliar akan digunakan untuk penambahan modal kepada PT Nirmala Kencana Mas (NKM) yang selanjutnya akan dilanjutkan oleh NKM untuk pembangunan dari Gedung Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan, serta pembelian tambahan peralatan medis.
2. Mayapada Apollo Batam International Hospital
Sekitar Rp725 miliar akan digunakan untuk penambahan modal kepada PT Anugrah Inti Bahagia (AIB), entitas anak perseroan, yang selanjutnya akan dilanjutkan oleh AIB untuk pembangunan gedung rumah sakit Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital, beserta pembelian peralatan medis.
3. Mayapada Hospital Surabaya 2
Sekitar Rp250 miliar digunakan untuk penambahan modal kepada PT Sejahtera Karunia Semesta (SKS), entitas anak perseroan yang selanjutnya akan digunakan oleh SKS untuk pembelian lahan untuk proyek Mayapada Hospital Surabaya 2.
4. Perluasan Mayapada Hospital
Sekitar Rp125 miliar untuk penambahan modal kepada PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS), entitas anak perseroan, yang selanjutnya akan digunakan oleh SAS untuk perluasan lahan, pembangunan gedung parkir, serta melengkapi peralatan medis.
5. Modal Kerja
Sisanya sekitar Rp67,25 miliar akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas anak.