Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adi Sarana (ASSA) Raup Laba Rp243,74 Miliar pada 2024, Melonjak Dua Kali Lipat

PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp243,74 miliar pada 2024.
Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA Rent) Prodjo Sunarjanto (tengah) didampingi Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jani Candra (kiri) berbincang dengan Chief Operation Officer (COO) Astra Isuzu Yohanes Pratama saat melihat layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021)./ASSA
Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA Rent) Prodjo Sunarjanto (tengah) didampingi Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jani Candra (kiri) berbincang dengan Chief Operation Officer (COO) Astra Isuzu Yohanes Pratama saat melihat layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021)./ASSA

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten transportasi besutan taipan TP Rachmat PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp243,74 miliar pada 2024, melonjak dua kali lipat lebih atau 134,89% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba Rp103,76 miliar pada 2023.

Berdasarkan Laporan Keuangan, catatan laba ASSA didapat seiring dengan pertumbuhan pendapatan 11,65% yoy menjadi Rp4,95 triliun pada 2024, dibandingkan Rp4,43 triliun pada 2023.

Segmen usaha logistik menyumbang kontribusi signifikan bagi pendapatan ASSA dengan raupan pendapatan sebesar Rp2,19 triliun, naik 11,28% yoy. 

Kemudian, segmen usaha penyewaan kendaraan, penjualan dan juru mudi berkontribusi Rp2,04 triliun bagi pendapatan ASSA, naik 1,01% yoy. Lalu, pendapatan dari penjualan kendaraan bekas sebesar Rp1,16 triliun, naik 9,92% yoy. Pendapatan jasa lelang mencapai Rp274,56 miliar, naik 33,19% yoy.

Terdapat pula pendapatan dari operasi lain-lain sebesar Rp8,25 miliar pada 2024. Selain itu, pendapatan ASSA dikurangi nilai eliminasi antar segmen sebesar Rp720,8 miliar.

Adapun, beban pokok pendapatan ASSA hanya menebal 3,73% yoy menjadi Rp3,45 triliun pada 2024. Alhasil, laba bruto ASSA naik 35,34% yoy menjadi Rp1,5 triliun.

ASSA sendiri membukukan aset sebesar Rp7,72 triliun pada 2024, naik 5,29% yoy. Liabilitas juga naik 4,39% yoy menjadi Rp4,94 triliun.

Sementara, ekuitas ASSA menebal 6,9% yoy menjadi Rp2,78 triliun pada 2024. ASSA pun mencatatkan kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp593,11 miliar, susut 21,97% yoy.

Seiring dengan pertumbuhan pesat labanya, saham ASSA menggeliat. Pada perdagangan kemarin, Rabu (26/3/2025), saham ASSA menguat 7,69% ditutup di level Rp560 per lembar. Meskipun, saham ASSA masih di zona merah, melemah 18,84% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Dwi Nicken Tari
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper