Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proyeksi JP Morgan dan Analis soal Harga Emas Tembus Rekor

JP Morgan dan sejumlah analis memprediksi harga emas cenderung semakin menguat setelah mencapai rekor.
Hafiyyan,Jessica Gabriela Soehandoko
Senin, 1 April 2024 | 14:25
JP Morgan dan sejumlah analis memprediksi harga emas cenderung semakin menguat setelah mencapai rekor. /Freepik
JP Morgan dan sejumlah analis memprediksi harga emas cenderung semakin menguat setelah mencapai rekor. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - JP Morgan dan sejumlah analis memprediksi harga emas cenderung semakin menguat setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Harga emas saat ini didorong oleh ekspektasi bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang semakin dekat pada pemangkasan suku bunga dan faktor geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (1/4/2024) per pukul 14.15 WIB, harga emas spot menguat 1,37% atau 30,64 poin ke US$2.265,31 per troy ounce. 

Harga emas berjangka Comex kontrak Juni 2024 juga mengalami penguatan sebesar 1,93% atau 43,10 poin ke US$2.281,00 per troy ounce.

Berbagai prospek positif terhadap emas dilontarkan oleh banyak bank terkemuka. JPMorgan Chase & Co, misalnya, memprediksi bahwa emas merupakan pilihan nomor satu di pasar komoditas dan harganya mungkin mencapai US$2.500 per ounce pada tahun ini. 

Kemudian, Goldman Sachs Group juga menuturkan bahwa pihaknya melihat potensi emas mencapai US$2.300 per ounce, menyoroti manfaat dari suku bunga yang lebih rendah.

“Data inflasi, dan khususnya komentar Powell, telah memberikan dorongan lebih lanjut terhadap emas, dengan pasar menjadi semakin yakin bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni,” jelas  kepala strategi komoditas di ING Groep NV, Warren Patterson.

Sementara itu, konsensus analis Bloomberg memprediksi harga emas di kisaran US$2.291 pada kuartal II/2024, kemudian naik ke US$2.319 pada kuartal III/2024, dan US$2.324 pada kuartal IV/2024. 

Sejumlah faktor positif telah mendorong kenaikan harga emas batangan sekitar 14% sejak pertengahan Februari 2024. Prospek pelonggaran moneter dari bank-bank sentral utama, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina juga meningkatkan kenaikan tersebut. 

Kemudian, terdapat juga pembelian besar-besaran oleh bank sentral, khususnya dari China. Konsumen di Negeri tersebut juga membeli emas batangan. 

Ukuran inflasi yang mendasari pilihan The Fed telah menurun pada Februari 2024 sehingga memungkinkan pengurangan pada biaya pinjaman meskipun bank sentral AS telah bersikap hati-hati. 

Setelah angka inflasi, Ketua The Fed Jerome Powell menuturkan bahwa angka-angka tersebut sesuai dengan ekspektasinya dan pihaknya tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. 

Pasar swap memperkirakan peluang pemotongan suku bunga The Fed pada Juni 2024 sebesar 61%. Angka ini meningkat dari 57% pada Kamis (27/3/2024). Suku bunga yang lebih rendah biasanya berdampak positif bagi emas. 

Dari dalam negeri di pasar fisik, harga emas Antam 24 karat pada perdagangan hari ini, Senin (1/4/2024), terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 jelang Lebaran 2024. Emas batangan termurah ukuran 0,5 gram naik menjadi  Rp677.000.

Berdasarkan informasi pada laman Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam berukuran 0,5 gram dibanderol Rp677.000. Harga ini naik Rp2.500 jika dibandingkan perdagangan kemarin. 

Harga emas Antam ukuran 1 gram telah mencapai angka Rp1.254.000, mengalami kenaikan Rp5.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya. Sementara itu, emas Antam berukuran 5 gram sekarang ditawarkan seharga Rp6.045.000, mengalami kenaikan sebesar Rp25.000 dari harga sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper