Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Surya Biru (SBMA) Mampu Naik dan Tender Baru Mengalir

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatatkan peningkatan produksi 5% dan telah mengamankan serangkaian tender baru di sektor strategis pada awal 2024.
Investor memantau saham LQ45 di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Investor memantau saham LQ45 di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatatkan peningkatan produksi 5% dan telah mengamankan serangkaian tender baru di sektor strategis pada awal 2024.

Direktur Utama SBMA Rini Dwiyanti mengungkapkan bahwa kenaikan produksi ini merupakan bagian dari tren positif yang konsisten dengan Februari menunjukkan peningkatan signifikan.

"Secara total produksi pada bulan Februari mengalami tren kenaikan rata-rata 5% jika dibandingkan dengan produksi bulan-bulan sebelumnya," kata Rini. Hal itu mengindikasikan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan untuk perusahaan.

Hal tersebut membuat Surya Biru Murni Acetylene mendapatkan tender baru dari perusahaan-perusahaan besar seperti Kilang Pertamina Internasional dan PT. Sriwijaya Teknik Utama adalah bukti dari reputasi yang kuat dan kepercayaan yang dibangun dengan mitra.

Peningkatan ini juga didorong oleh diversifikasi layanan dan perluasan jaringan distribusi, termasuk penambahan stasiun pengisian bahan bakar, yang memungkinkan SBMA untuk meningkatkan efisiensi distribusi.

Pelanggan dari sektor pertambangan, oil & gas, konstruksi, petrokimia, dan manufaktur terus berkontribusi pada volume permintaan yang signifikan, menunjukkan bahwa SBMA berhasil memposisikan diri sebagai penyedia solusi gas industri yang vital.

Naiknya permintaan ini sejalan dengan kebutuhan pasar di Kalimantan, di mana SBMA telah menjadi pemain kunci, tidak hanya karena kualitas produk tetapi juga karena komitmen terhadap kepuasan pelanggan.

Selain itu, Rini menyebut data BPS yang menunjukkan bahwa ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tumbuh sebesar 6,22% pada tahun 2023, mengalahkan pertumbuhan tahun sebelumnya.

“Ini menandai lingkungan ekonomi yang menguntungkan bagi perusahaan seperti SBMA untuk berkembang dan memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian regional,” jelasnya.

Dengan Akreditasi ISO 17025 untuk laboratorium gas, perusahaan berkomitmen pada standar tertinggi dalam presisi dan keandalan pengujian, menjamin kualitas produk yang disediakan kepada pelanggan.

(Joyceline Munthe)

--------------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper