Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Emiten TP Rachmat DRMA Naik 55% Jadi Rp611,75 Miliar 2023

Emiten otomotif milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2023.
Fasilitas produksi di salah satu pabrik produksi komponen otomotif emiten milik TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). - Dok. Dharma Polimetal
Fasilitas produksi di salah satu pabrik produksi komponen otomotif emiten milik TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). - Dok. Dharma Polimetal

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten komponen otomotif milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) menorehkan kinerja moncer sepanjang tahun 2023. Laba bersih maupun pendapatan perseroan pun meningkat.

Mengacu laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk DRMA melesat 55,2% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp611,75 miliar hingga 31 Desember 2023, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp394,16 miliar.

Kenaikan laba bersih DRMA didorong meningkatnya pendapatan perseroan 41,88% YoY menjadi Rp5,54 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,90 triliun.

Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan DRMA dari komponen roda dua berkontribusi sebesar Rp2,90 triliun, diikuti segmen roda empat sebesar Rp1,81 triliun, dan segmen lain-lain sebesar Rp813,36 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok perseroan juga naik 38,8% menjadi Rp4,56 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2022 sebesar Rp3,29 triliun.

Alhasil, laba bruto DRMA sebesar Rp972,65 miliar, meningkat 58,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp614 miliar.

Adapun, kas dan setara kas akhir tahun perseroan juga melesat 93,99% menjadi Rp378,54 miliar pada 2023, dibandingkan 2022 sebesar Rp195,13 miliar.

Berdasarkan neraca, total aset DRMA naik menjadi Rp3,38 triliun per 31 Desember 2023, dibandingkan posisi akhir Desember 2022 senilai Rp2,68 triliun.

Liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,35 triliun, dari posisi akhir 2022 sebesar Rp1,28 triliun. Sedangkan ekuitas naik menjadi Rp2,03 triliun, dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp1,40 triliun.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan organik dua digit seiring dengan prospek pertumbuhan penjualan kendaraan sepanjang 2024.

"Ini didukung oleh perkembangan industri kendaraan listrik yang semakin aktif, yang memberikan dampak positif terhadap prospek pendapatan DRMA tahun ini," kata Irianto dikutip dalam keterangan resmi Selasa (27/2/2024).

DRMA telah melakukan antisipasi terhadap potensi peningkatan penjualan kendaraan listrik (EV) yang signifikan dengan memperluas produksi ke segmen komponen kendaraan listrik, menjadi pemasok bagi battery pack, battery management system, battery swap, serta menjalin kemitraan dengan industri sepeda motor listrik di Indonesia.

Demi mewujudkan semua rencana kegiatan di tahun 2024 dan juga untuk mempersiapkan rencana pertumbuhan bisnis ke depan, telah mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar Rp300 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper