Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kupon SR020 6,3% dan 6,4%, Meluncur 1 Maret

DJPPR Kemenkeu mematok kupon sukuk ritel seri SR020 sebesar 6,3% dan 6,4%, yang diluncurkan mulai 1 Maret 2024.
DJPPR Kemenkeu mematok kupon sukuk ritel seri SR020 sebesar 6,3% dan 6,4%, yang diluncurkan mulai 1 Maret 2024. /Instagram @djpprkemenkeu
DJPPR Kemenkeu mematok kupon sukuk ritel seri SR020 sebesar 6,3% dan 6,4%, yang diluncurkan mulai 1 Maret 2024. /Instagram @djpprkemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) resmi menetapkan besaran kupon Sukuk Ritel (SR) seri Sukuk Ritel seri SR020 sebesar 6,30% dan 6,40% per tahun. SR020 akan meluncur 1 Maret 2024 hingga 27 Maret 2024.

Mengacu laman resmi DJPPR Kemenkeu, SR020 diterbitkan dalam dua seri, yaitu SR020-T3 tenor tiga tahun dengan kupon 6,3% dan SR020-T5 tenor lima tahun memiliki kupon 6,4% per tahun.

Adapun, SR020-T3 akan jatuh tempo pada 10 Maret 2027, sedangkan SR020-T5 jatuh tempo pada 10 Maret 2029. Minimal pemesanan dari kedua seri sebesar Rp1 juta, sedangkan maksimum pemesanan SR020-T3 sebesar Rp5 miliar, sedangkan SR020-T5 senilai Rp10 miliar.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan pihaknya optimistis terhadap penjualan SR020 akan diterima dengan baik oleh investor.

"Animo masyarakat terhadap SR020 diharapkan masih cukup tinggi, karena SR020 yang merupakan salah satu jenis SBN ritel yang risikonya relatif sangat kecil dan memiliki karakteristik yang sangat menguntungkan bagi investor ritel," ujar Dwi kepada Bisnis, dikutip Rabu (28/2/2024).

Kemenkeu mengatakan tujuan penerbitan Sukuk Ritel seri SR020 adalah membantu membiayai APBN termasuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia dan memperluas basis investor dalam negeri.

Sebagai informasi, tanggal setelmen SR020 akan jatuh pada 3 April 2024, sedangkan tanggal pembayaran kupon pertama dilaksanakan pada 10 Mei 2024 dan pada tanggal 10 setiap bulannya.

SR020 bersifat tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan minimum holding period selama tiga kali pembayaran kupon.

Artinya, SR020 dapat diperdagangkan mulai tanggal 11 Juli 2024 atau setelah berakhirnya minimum holding period. Adapun, aset dasar atau underlying asset SR020 yaitu barang milik negara (BMN) dan proyek atau kegiatan kementerian/lembaga pada APBN 2024.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi SR020 dapat mengakses website Sukuk Ritel atau menghubungi 30 mitra distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik atau online.

Beberapa mitra distribusi (midis) Sukuk Ritel SR020 di antaranya yaitu Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank CIMB Niaga (BNGA), Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Bareksa, hingga Bibit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper