Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham JSMR, CPIN, UNTR Masih Perkasa

Saham JSMR, CPIN, UNTR, INTP, hingga BBRI masih membukukan penguatan di tengah penurunan IHSG dan Indeks Bisnis-27.
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada Senin (26/2/2024). Meski demikian, saham JSMR, CPIN, UNTR, INTP, hingga BBRI masih membukukan penguatan. 

Berdasarkan data Investing, indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah sebesar 0,06% atau 0,36 poin menuju level 619,65.

Dari total 27 konstituen yang masuk dalam Indeks Bisnis-27, sebanyak 6 saham parkir di zona hijau, sementara 16 saham menurun, dan 5 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham yang menguat antara lain PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) naik 3,96% ke posisi Rp5.250, lalu saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) menguat 3,59% menuju level Rp4.910, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) naik 0,88% ke Rp23.000.

Selanjutnya, ada saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) yang menguat 0,83% ke Rp9.125, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meningkat 0,82% menuju level Rp6.175, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 0,37% ke Rp2.690.

Adapun saham yang melemah adalah PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang terkoreksi 4,69% ke Rp2.640, lalu PT Indosat Tbk. (ISAT) melemah 2,74% menuju Rp10.650 dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) turun 2,16% ke Rp1.135.

Sementara itu, saham PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melemah 2,14% menuju level Rp2.290, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) turun 2,07% ke Rp2.370, dan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 2,05% ke Rp955. 

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,15% menuju level 7.283,82. Sebanyak 230 saham bertengger di zona hijau, lalu 309 saham menurun, dan 238 saham stagnan. Total market cap tercatat mencapai Rp11.596,17 triliun.

Tim Riset Phintraco Sekuritas sebelumnya menjelaskan bahwa pada Jumat (23/2) IHSG ditutup melemah ke level 7.295. Secara teknikal, kata Phintraco Sekuritas, terdapat death cross pada stochastic RSI dan dikonfirmasi oleh MACD yang mulai terbentuk negative slope.  

“Dengan demikian, IHSG berpotensi untuk melanjutkan pelemahan terbatas pada area 7.250-7.270 di Senin," tulis Phintraco Sekuritas, dikutip senin (26/2/2024).  

Dari sisi global, lanjutnya, sentimen datang dari Amerika Serikat dengan rilis data penjualan rumah baru pada Januari 2024 di Senin (26/2). Penjualan rumah di Negeri Paman Sam yang diproyeksikan meningkat dari sebelumnya sebesar 8% MoM di Desember 2023.  

Hal tersebut sejalan dengan rilis data existing home sales yang mengalami peningkatan di Januari 2024 dan menjadi level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. 

Selain itu, peningkatan ekspektasi para pelaku pasar terhadap rilis new home sales juga disebabkan oleh tingkat suku bunga yang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun lalu.  

Dari dalam negeri, rilis data M2 Money Supply pada Januari 2024 yang tumbuh 5,4% YoY dari sebelumnya 3,3% YoY pada Desember 2023.  Hal ini seiring perkembangan penyaluran kredit yang naik 11,5% YoY di Januari 2024, atau dari bulan sebelumnya yang sebesar 10,3% YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper