Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Jokowi Resmikan 2 Proyek PTPP Senilai Rp3,28 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua proyek BUMN Konstruksi PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) di Sulawesi Selatan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024. Dok Youtube OJK
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024. Dok Youtube OJK

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua proyek BUMN Konstruksi PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) di Sulawesi Selatan dengan nilai proyek Rp3,28 triliun.

Dua proyek PTPP yang diresmikan Jokowi ialah Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Losari dan salah satu Proyek Stegis Nasional (PSN) Makassar New Port Tahap 1B & 1C di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/2/2024).

SPALDT) IPAL Losari atau Proyek Wastewater Treatment Plant in Makassar (Makassar WWTP B1) merupakan proyek dibawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dengan jenis pendanaan berasal dari Asian
Development Bank (ADP).

Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp282 miliar dan US$3,04, juta (sekitar Rp47,12 miliar) dengan masa pelaksanaan selama 1.110 Hari. SPALDT ini memiliki luas lahan 2,37 hektare dengan kapasitas 16.000 m3/hari, yang diharapkan dapat melayani sampai dengan 41.000 Kepala Keluarga di Kota Makassar.

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pentingnya SPALDT untuk meningkatkan kualitas air tanah dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

“Kota Makassar makin bersih, kualitas lingkungan, kualitas air tanah, kualitas air baku makin baik dan masyarakat makin sehat dan produktif,” jelas Presiden, mengutip keterangan resmi PTPP.

Sementara itu, proyek Makassar New Port Tahap 1B & 1C merupakan salah satu PSN dengan pendanaan berasal dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Nilai kontrak Rp 2,957 triliun dengan masa pelaksanaan proyek dari Maret 2019–September 2023.

Total Paket Dermaga yang dikerjakan yaitu 1.280 m2 x 35,5 m2 dengan luas kontainer yard seluas 38 hektar yang akan memuat
kapasitas 2,5 juta teus per tahun. Presisen mengatakan bahwa pelabuhan ini dapat meningkatkan nilai efisiensi bagi biaya logistik di tanah air.

"Ini akan menjadi pelabuhan besar di Indonesia bagian timur yang kita harapkan bisa mengefisiensikan biaya-biaya logistik yang ada di tanah air kita,” ujar Presiden.

Turut hadir pada acara peresmian tersebut yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota Komisi V DPR RI Andi Irwan Aras, Pejabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad beserta jajaran, Dewan Komisaris dan Direksi PT Pelindo Group, serta para tokoh agama dan masyarakat.

Erick Thohir dalam sambutannya mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi 3 Tahun yang lalu, bahwa kekuatan pelabuhan BUMN harus disatukan untuk menjadi pemain global, meningkatkan efisiensi, dan mendorong penurunan biaya logistik nasional.

“Dengan pelayanan 24/7 atau 24 jam selama 7 hari, kehadiran Makassar New Port yang nantinya akan terintegrasi dengan sebuah kawasan industri berskala besar dan juga rel kereta api dan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Sulawesi diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomis Indonesia secara luas,” jelas Erick.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyampaikan kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target, kualitas, dan zero accident. Penyelesaian proyek ini juga diharapkan dapat berkontribusi besar bagi masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan.

PTPP saat ini juga sedang menggarap proyek RSUPT Makassar dan sebelumnya baru saja menyelesaiakan pekerjaan jalur kereta api Makassar Parepare segmen Tonnasa dan Garongkong. PTPP juga berinvestasi melalui perusahaan Celebes Railway Indonesia.

"Hal ini merefleksikan komitmen dan kontribusi PTPP dalam pembangunan nasional yg berkelanjutan khususnya di daerah Sulawesi Selatan," imbuhnya. (Joyceline Munthe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper