Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Prajogo Pangestu CUAN, BRPT, BREN, TPIA Bebani IHSG, Cek Prospeknya

Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti CUAN, BRPT, BREN dan TPIA masih membebani IHSG pada 2024.
Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti CUAN, BRPT, BREN dan TPIA masih membebani IHSG pada 2024. /baritopacific
Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti CUAN, BRPT, BREN dan TPIA masih membebani IHSG pada 2024. /baritopacific

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti CUAN, BRPT, BREN dan TPIA masih membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun berjalan 2024.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Senin (19/2/2024), saham-saham Prajogo Pangestu terpantau paling membebani IHSG sepanjang tahun berjalan. Misalnya, di urutan pertama ada saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 26,4% secara year-to-date (ytd) ke level Rp5.500 atau membebani IHSG 76,63 poin.

Selanjutnya, di posisi ketiga top laggard ada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) membebani IHSG 23,08 poin karena harga sahamnya melemah 41,2% ytd ke Rp7.900. Teranyar, CUAN resmi masuk ke indeks global Financial Times Stock Exchange (FTSE), dan baru saja mengakuisisi PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berturut-turut di posisi ke-4 dan ke-5 top laggard ada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga membebani IHSG masing-masing 21,41 poin dan 19,42 poin. Saham BRPT ambles 24,8% ytd ke Rp1.000 per saham, sedangkan TPIA turun 11,6% ytd ke level Rp4.640.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, seiring dengan banyaknya saham-saham Prajogo yang membebani IHSG, maka indeks komposit diprediksi akan sulit untuk naik signifikan hinggga akhir tahun.

“IHSG mungkin tidak akan naik banyak, karena banyak bebannya. Tahun lalu kan IHSG naik itu karena saham-sahamnya Grup Barito, seperti BREN dan lain-lain. Saham-saham ini kebanyakan pada akhirnya akan turun lagi," ujar Teguh kepada Bisnis, dikutip Selasa (20/2/2024).

Sebagai pengingat, pada tahun 2023 lalu terjadi anomali pada IHSG terkait kenaikan harga saham-saham Prajogo Pangestu yang tidak wajar seperti BREN maupun CUAN yang naik hingga ribuan persen. Alhasil, Teguh memprediksi tahun ini IHSG akan terbebani, dan hanya mampu naik ke posisi 7.400 hingga akhir 2024.

Sementara itu, pada Selasa (20/2/2024) pukul 12.00 WIB atau akhir sesi I, IHSG terpantau naik 0,45% ke posisi 7.329,64. IHSG naik tipis 0,78% sepanjang tahun berjalan.

"Jadi, kalaupun IHSG naik mungkin ya di kisaran 7.400 sampai akhir tahun, tidak banyak naiknya. Karena saham-sahamnya Prajogo Pangestu, itu kan kita tidak bisa berharap akan naik terus. Ketika mereka nanti gilirannya turun, itu akan membebani IHSG," katanya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, usai Pilpres 2024, sentimen yang perlu diperhatikan oleh investor yakni rilis laporan keuangan para emiten dan potensi pembayaran dividen. Sebab, biasanya hal itu akan direspons oleh pelaku pasar dan menyebabkan kenaikan harga saham-saham terkait.

Rekomendasi Saham Prajogo Pangestu

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, terkait prospek saham Prajogo Pangestu, dia merekomendasikan buy on weakness untuk saham CUAN dengan level support Rp6.825 dan resisten Rp8.100. Target harga saham CUAN di kisaran Rp8.350-Rp8.650.

"Selanjutnya saham BREN direkomendasikan buy dengan level support Rp5.250 dan resisten Rp5.700. Target harga saham BREN di level Rp5.800-Rp6.075," ujar Herditya kepada Bisnis, Selasa (20/2/2024).

Sementara itu, saham TPIA direkomendasikan speculative buy dengan support Rp4.580 dan resisten Rp4.840, target harga TPIA di rentang Rp4.900-Rp5.000. 

Tak ketinggalan, saham BRPT juga disarankan spekulasi beli dengan support Rp965 dan resisten Rp1.040 per saham, target harga saham BREN di kisaran Rp1.075-Rp1.120.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper