Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak Dua Skenario IHSG Usai Pengumuman Hasil Quick Count Pilpres 2024

Analis melihat terdapat dua skenario yang dapat terjadi bagi IHSG usai pengumuman hasil quick count Pilpres 2024 pada Rabu (14/2/2024).
Analis melihat terdapat dua skenario yang dapat terjadi bagi IHSG usai pengumuman hasil quick count Pilpres 2024 pada Rabu (14/2/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Analis melihat terdapat dua skenario yang dapat terjadi bagi IHSG usai pengumuman hasil quick count Pilpres 2024 pada Rabu (14/2/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan diperkirakan akan terpengaruh sentimen Pemilu 2024. Analis melihat terdapat dua skenario yang akan mempengaruhi gerak IHSG usai pengumuman hasil quick count Pilpres 2024.

Associate Director of Investment and Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pasar saat ini cenderung wait and see menjelang Pilpres.

Nico menjelaskan, quick count biasanya akan mempengaruhi pergerakan pasar pada hari berikutnya setelah Pemilu. Oleh sebab itu, lanjutnya, pada Kamis mendatang Nico memperkirakan pergerakan pasar akan cenderung didominasi oleh hasil quick count dan drama pemilu pada hari H nanti.

Nico juga mencermati, terdapat dua skenario yang dapat menjadi peluang bagi pelaku pasar.

"Jika Pilpres terlaksana satu putaran, tentunya akan memberikan kepastian terkait langkah kebijakan pemerintah ke depannya yang dimungkinkan akan membawa IHSG ke zona hijau," kata Nico dihubungi Selasa (13/2/2024).

Dia menjelaskan, pasar tidak menyukai ketidakpastian dan bertambahnya calon pemimpin memberikan warna baru, meskipun ketidakpastian siapa yang akan menjadi pemenang bertambah lagi.

Nico juga melihat untuk mendapatkan satu putaran akan jauh lebih sulit, dengan probabilitas dua putaran akan jauh lebih besar.

Sementara itu, apabila terjadi dua putaran, menurutnya pasar masih harus menanti lagi pemilihan berikutnya, yang justru hanya menambah ketidakpastian.

Nico menilai apabila Pilpres terjadi 2 putaran, maka sentimen positif bagi IHSG akan berkurang, sehingga pasar harus menanti untuk waktu yang lebih lama untuk mendapatkan sentimen positif tersebut.

Namun, lanjut Nico, apabila terlaksana dua putaran, sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, infrastruktur terutama subsektor telekomunikasi, dan finansial dapat mengalami kenaikan pendapatan seiring dengan adanya masa kampanye putaran kedua yang berlangsung pada bulan Juni 2024.

"Hal ini tidak lepas dari peningkatan daya beli masyarakat dan penyaluran kredit di masa kampanye," tutur Nico.

___________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper