Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.810 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi

Mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp15.810 per dolar AS pada perdagangan awal pekan.
Uang dolar dan rupiah di salah satu money changer di Jakarta, Rabu (16/2/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Uang dolar dan rupiah di salah satu money changer di Jakarta, Rabu (16/2/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp15.810 per dolar AS pada perdagangan awal pekan, Senin (29/1/2024) meskipun indeks dolar naik.

Berdasarkan data Bloomberg mata uang rupiah ditutup naik 0,09% atau 15 poin ke level Rp15.810 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terpantau naik 0,10% ke level 103,325. 

Mata uang kawasan Asia lainnya terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,20%, dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura naik 0,01%, dolar Taiwan naik 0,17%, peso Filipina menguat 0,06%, dan bath Thailand naik 0,27%. 

Sementara itu mata uang yang melemah terhadap dolar AS adalah ringgit Malaysia turun 0,11%, yuan China melemah 0,04%, dan rupee India turun 0,03%. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,2% bulan lalu setelah penurunan 0,1% yang tidak direvisi pada bulan November. 

Dalam 12 bulan hingga Desember, indeks harga PCE meningkat 2,6%, menyamai kenaikan bulan November yang belum direvisi. 

"Angka-angka tersebut sesuai dengan ekspektasi konsensus. Tingkat inflasi tahunan berada di bawah 3% selama tiga bulan berturut-turut," kata Ibrahim dalam riset harian, Senin (29/1/2024).

Pasca data inflasi, pasar berjangka suku bunga AS memperhitungkan peluang pelonggaran sekitar 47% pada pertemuan bulan Maret, turun dari probabilitas 51% pada Kamis malam, dan peluang 80% yang diperhitungkan pada dua minggu lalu, menurut aplikasi probabilitas suku bunga LSEG.

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.810 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi

Pasar sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga pertama yang akan terjadi pada pertemuan bulan Mei, dengan probabilitas sekitar 90%, turun sedikit dari Kamis malam, yaitu sebesar 94%. Sekitar lima penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin telah diperkirakan pada tahun ini. 

Pemerintah juga mengamini para ekonomi, yang tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 mampu mencapai di atas 5 persen. Demikian juga  dengan tahun ini, perekonomian Indonesia diramal akan semakin tinggi dan jauh dari kata resesi, walaupun gejolak geopolitik terus memanas.

Pada kuartal III/2023 perekonomian memang masih di bawah 5 persen, yakni 4,94 persen. Namun, jika dilihat dari sejumlah indikator, pada akhir tahun atau kuartal keempat 2023 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 5 persen. Hal tersebut bisa dilihat dari indikator makroekonomi. 

Pada perdagangan Besok, Selasa (30/1/2024) Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp15.780- Rp15.840 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper