Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Melambung Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah yg Memanas

Harga emas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (18/1/2024), ditopang oleh permintaan safe-haven yang tinggi saat konflik Timur Tengah kian memanas.
Ilustrasi emas global/Pexels.
Ilustrasi emas global/Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (18/1/2024), ditopang oleh permintaan safe-haven yang tinggi saat konflik Timur Tengah kian memanas. Investor juga menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga Federal Reserve AS di masa depan.

Harga emas di pasar spot ditutup naik 0,7% menjadi US$2,019.12 per ons, setelah mencapai level terendah lima minggu di sesi sebelumnya. Semetara harga emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih tinggi ke level US$2021,6.

"Ketegangan geopolitik secara tidak sengaja mengoordinasikan upaya untuk menjaga emas di kisaran US$2.000 karena terdapat begitu banyak ketidakpastian," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures sebagaimana dikutip Reuters.

Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu (17/1) memasukkan kembali pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman ke dalam daftar kelompok teroris, ketika para militan menyerang kapal kedua mereka yang dioperasikan AS di wilayah Laut Merah minggu ini.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Kamis bahwa ia terbuka untuk menurunkan suku bunga AS lebih cepat jika ada bukti yang “meyakinkan” dalam beberapa bulan mendatang bahwa inflasi turun lebih cepat dari perkiraannya.

Pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 57% pada bulan Maret, menurut alat Fed Watch CME.

Investor emas sedang menganalisis seberapa besar dampak negatif penundaan penurunan suku bunga terhadap harga, meskipun sejumlah data AS yang gagal dapat membantu perjuangan emas, kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index, dalam sebuah catatan.

Data menunjukkan klaim pengangguran turun pada minggu lalu ke level terendah sejak akhir tahun 2022, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja kemungkinan besar tetap solid pada bulan Januari.

Adapun, harga perak di pasar spot terpantau naik 0,9% ke level $22,74 per ounce.

“Kami memperkirakan harga pada tahun 2024 sebesar US$24,33/oz; permintaan ETF (exchange traded fund) dapat pulih dari likuidasi; kami mengantisipasi defisit untuk mendukung harga,” kata HSBC dalam prospek tahun 2024.

Sementara itu harga platinum naik 2,4% menjadi US$904,74, dan paladium naik 2,7% menjadi US$940,28.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper