Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Delta Dunia (DOID) Raih Pinjaman Jumbo Rp11 Triliun dari BNI

Delta Dunia Makmur (DOID) melalui Bukit Makmur Mandiri Utama akan menggunakan pinjaman dari BNI untuk refinancing dan mendukung inisiatif pertumbuhan.
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Anak perusahaan PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama meraih fasilitas kredit sindikasi sebesar US$750 juta atau setara Rp11,61 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). 

Fasilitas yang berlangsung selama 69 bulan atau berakhir pada 2029 ini akan memainkan peran strategis dalam pengelolaan keuangan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), sehingga memungkinkan upaya refinancing dan mendukung inisiatif pertumbuhan. 

Presiden Direktur BUMA Indra Kanoena menuturkan fasilitas pinjaman akan memperkuat perusahaan agar dapat mempertahankan pertumbuhan dan keunggulan operasional, dengan menyediakan modal untuk memajukan proyek-proyek utama dan mengejar potensi akuisisi.

“Fasilitas ini akan kami manfaatkan secara strategis untuk meningkatkan operasional perusahaan dan mendorong rencana pertumbuhan kami, memberikan kontribusi signifikan terhadap komitmen keunggulan operasional dan pertumbuhan berkelanjutan kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (2/1/2024). 

Indra menambahkan bahwa ke depan perusahaan akan melanjutkan perjalanan pertumbuhan, mendorong kemajuan industri, dan memberikan dampak positif pada komunitas. 

Senior Vice President Corporate Banking 2 BNI Ditya Maharhani Harninda menyampaikan kemitraan ini selaras dengan strategi perseroan untuk mendukung perusahaan-perusahaan seperti BUMA, yang melaksanakan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

“Fasilitas pembiayaan ini merupakan penguatan portofolio kami di segmen tersebut dan merupakan bukti komitmen kami untuk mendorong operasional yang memprioritaskan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” pungkasnya. 

Sebelumnya, BUMA juga telah melakukan penawaran umum obligasi I BUMA tahun 2023. Obligasi ini memiliki jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun. 

Dalam prospektusnya, BUMA menawarkan obligasi sebesar Rp535,62 miliar yang terdiri dari 3 seri. Seri A adalah sebesar Rp321,91 miliar dengan tingkat bunga sebesar 8,45% per tahun, dan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi. 

Lalu Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp200,57 miliar, dengan kupon 9,10%, dan tenor 3 tahun. Sementara itu, Seri C dengan jumlah pokok Rp13,14 miliar, dengan tingkat bunga 9,7% per tahun dengan tenor 5 tahun. 

Manajemen melanjutkan sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp964,38 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik. 

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Bunga obligasi pertama dibayarkan pada 28 Maret 2024, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir pada 8 Januari 2025 untuk Seri A, 28 Desember 2026 untuk Seri B, dan 28 Desember 2028 untuk Seri C. 

Adapun rencana penggunaan dana obligasi ini sekitar 50% akan digunakan BUMA dan BUMA Australia Pty. Ltd. untuk belanja modal dalam rangka pembelian alat berat. Alokasinya 70% untuk BUMA dan sisanya untuk BUMA Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper