Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wijaya Karya (WIKA) Bakal Gelar Rights Issue, Dana PMN Rp6 Triliun Siap Cair

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan menggelar right issue sebagai skema masuknya penyertaan modal negara (PMN) Rp6 triliun.
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan menggelar aksi Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue sebagai skema masuknya penyertaan modal negara (PMN) Rp6 triliun.

Dalam prospektusnya, manajemen WIKA menyatakan bahwa berdasarkan RAPBN 2024 perseroan telah disetujui meraih PMN sebesar Rp6 triliun dengan target pencairan dilakukan paling lambat pada kuartal I/2024.

"Oleh karenanya perseroan berencana melaksanakan PMHMETD," tulis manajemen WIKA dalam prospektus yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, Rabu (6/12/2023).

Melalui aksi korporasi ini, WIKA berencana menerbitkan sebanyak 92,23 miliar saham seri B dengan nominal Rp100 per saham. Manajemen menyampaikan HMETD dilakukan secara tunai dengan jumlah saham yang diterbitkan sesuai keperluan dana WIKA.

WIKA juga akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 Januari 2024 di Jakarta. Sementara itu, pemanggilan terkait dengan rapat akan dilakukan pada 21 Desember 2023.

Manajemen emiten BUMN Karya ini menjelaskan bahwa latar belakang aksi korporasi seturut dengan upaya WIKA yang bermaksud melakukan restrukturisasi dengan melakukan beberapa stream penyehatan keuangan.

Metode restrukturisasi akan ditempuh melalui 8 stream yakni restrukturisasi keuangan, perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan pencairan piutang, dan asset recycling sesuai model bisnis.

Selain itu, perseroan akan mengimplementasikan pemfokusan portofolio orderbook, efisiensi biaya operasional, penurunan saldo supply chain financing dan penguatan struktur permodalan sesuai dengan apa yang sudah disetujui dalam RUPSLB pada 13 Oktober lalu.

Di sisi lain, WIKA juga diamanatkan untuk menyelesaikan proyek strategis nasional dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di antaranya pembangunan proyek jalan tol, sistem penyediaan air minum, bendungan, pembangkit listrik, dan pembangunan smelter.

"Dalam rangka merealisasikan pembangunan proyek-proyek strategis tersebut perseroan membutuhkan tambahan pendanaan untuk memperkuat struktur permodalan yang salah satunya melakukan PMHMETD," tulis manajemen WIKA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper