Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BUMN Telkom (TLKM) Siapkan Entitas InfraCo, Bisnis Data Center Masuk

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) akan membuat entitas baru yang mengkonsolidasikan infrastruktur telekomunikasi untuk berbagai jaringan atau InfraCo.
Petugas memperlihatkan hasil perhitungan kecepatan jaringan di aplikasi mobile/dok. Telkomsel
Petugas memperlihatkan hasil perhitungan kecepatan jaringan di aplikasi mobile/dok. Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA –Emiten BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) akan membuat entitas baru yang mengkonsolidasikan infrastruktur telekomunikasi untuk berbagai jaringan atau InfraCo. Salah satunya bisnis data center.

Pengembangan InfraCo sebelumnya tercetus setelah Telkom berhasil mengalihkan IndiHome ke Telkomsel. InfraCo akan menjadi sumber pendapatan baru Telkom di segmen enterprise atau business-to-business (B2B).

Lebih lanjut, salah satu bisnis infrastruktur Telkom yang terbilang memiliki prospek menjanjikan adalah data center. Telkom tercatat mengoperasikan penuh hyperscale data center (HDC) di Cikarang pada 2023. Selain itu, perseroan juga mendirikan perusahaan patungan untuk ekspansi HDC di Batam tahun ini.

Direktur Strategic Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan perseroan memiliki lima strategi yang secara garis besar terbagi pada tiga segmen utama, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital service. Pada segmen digital connectivity, Telkom melakukan upaya peningkatan nilai aset atau unlock value untuk bisnis jaringan infrastruktur dan serat optik.

“Tahun ini, Telkom akan menyelesaikan pendirian entitas baru di segmen infrastruktur, tujuannya untuk utilisasi dan monetisasi bisnis tersebut secara lebih jeli,” kata Budi dalam Public Expose Live 2023, Kamis (30/11/2023).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan pada tahun depan, Telkom membuka peluang dengan pemain di industri data center untuk menjalin kerja sama strategis.

“Kami membuka partnership untuk portofolio data center, Telkom akan mengembangkan data center secara lebih agresif, kami mempunyai posisi yang cukup kompetitif untuk bisnis data center,” kata Heri.

Berdasarkan laporan keuangan, TLKM mencetak pendapatan senilai Rp111,23 triliun pada kuartal III/2203. Pendapatan ini meningkat 2,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp108,8 triliun.

Pendapatan TLKM ini dikontribusikan oleh pendapatan telepon sebesar Rp8,3 triliun, pendapatan interkoneksi Rp6,6 triliun, dan pendapatan data internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp65,8 triliun.

Kemudian pendapatan jaringan sebesar Rp1,78 triliun, pendapatan Indihome Rp21,78 triliun, dan layanan lainnya sebesar Rp4,7 triliun.

Apabila dikategorikan, maka TLKM mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp109,15 triliun dan pendapatan dari transaksi lessor sebesar Rp2,08 triliun.

Meningkatnya pendapatan TLKM ini turut membuat laba usaha TLKM meningkat menjadi 10,80% secara tahunan menjadi Rp34,9 triliun. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, TLKM mencetak laba usaha sebesar Rp31,5 triliun.

TLKM juga berhasil meningkatkan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersihnya menjadi Rp19,4 triliun hingga kuartal III/2023. Laba bersih ini naik 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,5 triliun.

Meningkatnya laba bersih ini turut membuat laba per saham dasar TLKM ikut naik menjadi Rp196,84 per saham, dari sebelumnya Rp167,38 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper