Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Petrosea (PTRO) Dulu Dilepas Lo Kheng Hong, Kini Diburu Prajogo Pangestu-Happy Hapsoro

Saham Petrosea (PTRO) yang dulu dimiliki Lo Kheng Hong, kini diminati oleh perusahaan Prajogo Pangestu hingga Happy Hapsoro.
Layar menampilkan Investor senior Lo Kheng Hong memberikan pemaparan dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2022 di Jakarta, Rabu (15/12/2021). Saham Petrosea (PTRO) yang dulu dimiliki Lo Kheng Hong, kini diminati oleh perusahaan Prajogo Pangestu hingga Happy Hapsoro. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Layar menampilkan Investor senior Lo Kheng Hong memberikan pemaparan dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2022 di Jakarta, Rabu (15/12/2021). Saham Petrosea (PTRO) yang dulu dimiliki Lo Kheng Hong, kini diminati oleh perusahaan Prajogo Pangestu hingga Happy Hapsoro. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten kontraktor tambang, PT Petrosea Tbk. (PTRO) melonjak setelah kabar emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), akan mengambil 34% saham.

Pada perdagangan Selasa (7/11/2023) pukul 15.34 WIB, saham PTRO naik 140 poin atau 3,39% menjadi Rp4.270. Kapitalisasi pasarnya Rp4,31 triliun dengan valuasi PER 13,25 kali.

Saham PTRO naik setelah informasi aksi korporasi CUAN akan mengambil 34% saham PTRO. 

Prajogo Pangestu nantinya akan menjadi sosok di balik PTRO, bersama pengusaha Hapsoro Sukmonohadi atau kerap disapa Happy Hapsoro. Aksi jual-beli saham ini mengingatkan kembali pada tahun lalu saat investor kawakan Lo Kheng Hong dan Grup Indika Energy melego saham PTRO.

Sebelumnya PT Indika Energy Tbk. (INDY) telah menuntaskan penjualan seluruh saham milik perseroan di PT Petrosea Tbk. (PTRO) kepada PT Caraka Reksa Optima pada 28 Juli 2022. Jumlah saham yang dilepas setara 69,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor di PTRO.

Beberapa bulan berselang, Lo Kheng Hong menjual 151,43 juta saham PTRO pada 29 September 2022 dengan harga pelaksanaan Rp3.118 per saham.

Dengan demikian, pria yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia itu meraih cuan Rp472,16 miliar. Setelah transaksi, kepemilikan Lo Kheng Hong menjadi 0 persen dan 0 saham di PTRO dari sebelumnya 15,01 persen saham.

Kisah Petrosea (PTRO) Dulu Dilepas Lo Kheng Hong, Kini Diburu Prajogo Pangestu-Happy Hapsoro

Investor kawakan Lo Kheng Hong menjual 151,43 juta saham atau 15 persen saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) pada 29 September 2022. Lo Kheng Hong melepas seluruh sahamnya di PTRO.

PT Caraka Reksa Optima pun kemudian menjadi pemegang saham pengendali (PSP) yang memegang 89,8 persen saham PTRO. Perusahaan itu dimiliki oleh konglomerat Haji Romo Nitiyudo Wachjo atau akrab disapa Haji Robert..

Salah satu investor institusi yang baru masuk ke PTRO ialah PT Sentosa Bersama Mitra yang terafiliasi dengan pengusaha Hapsoro Sukmonohadi atau kerap disapa Happy Hapsoro dan menggenggam 32,62 persen saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA).

"Pada 18 Juli 2023, PT Sentosa Bersama Mitra membeli 206,81 juta saham PTRO yang setara dengan 20,51 persen," jelas Anto Broto dalam laporan ke Bursa Efek Indonesia, Senin (24/7/2023).

Sentosa Bersama Mitra membeli di harga Rp3.600 per saham sehingga total transaksi mencapai Rp744,53 miliar.

Selain PT Sentosa Bersama Mitra, ada sejumlah pihak lain yang masuk dalam jajaran pemegang saham PTRO, yakni Liong Juen Fat 10,95 juta saham (1,09 persen), Kioe Sie Liong 2,73 juta saham (0,27 persen), Ferry Sudjono 21,37 juta saham (2,12 persen).

Pada saat yang sama, reksa dana HPAM Ekuitas Syariah Berkah yang meningkatkan sahamnya di PTRO menjadi 2,64 persen dari sebelumnya 1,23 persen. Sejumlah transaksi ini berlangsung pada 14—18 Juli 2023 di harga di tentang Rp3.500—Rp3.650 per saham. Adapun, total saham PTRO yang ditransaksikan mencapai 256,14 juta saham.

Aksi Emiten Prajogo Pangestu

Dalam pengumumannya hari ini, emiten pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) akan mengambil 34% saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang dipegang oleh PT Caraka Reksa Optima (CRO).

CUAN akan mengakuisisi 34% saham PTRO melaui anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada (KJP). CUAN tercatat memiliki 99,98% saham KJP.

Pada Selasa (7/11/2023), KJP dan CRO melakukan penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (PPSB). KJP sebagai pihak pembeli, sedangkan CRO sebagai pihak penjual.

"Jumlah saham milik CRO di PTRO yang akan dibeli dan diambil alih oleh KJP berdasarkan PPSB adalah sebanyak 342.925.700 (342,92 juta) saham atau mewakili 34% saham keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PTRO," tulis pengumuman tersebut.

Rencana transaksi akan berlaku efektif setelah dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan sebagai mana yang ditetapkan di dalam PPSB. Apabila transaksi terjadi maka KJP akan menjadi pengendali PTRO.

Tujuan dari pengendalian iaalah untuk menambah aset KJP dan CUAN, memperluas jaringan usaha, serta menjadi bagian rencana jangka panjang CUAN menjadi perusahaan batu bara terintegrasi.

Sebagai informasi, PTRO memiliki usaha utama di bidang kontraktor tambang, sedangkan CUAN merupakan produsen batu bara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper