Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Geothermal (PGEO) Anggarkan Capex Rp8,74 Triliun 2024

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menyiapkan belanja modal US$550 juta atau setara Rp8,74 triliun (kurs jisdor Rp15.897)
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Julfi Hadi dan tim yang didampingi Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama memantau kerja sama dalam pengembangan energi panas bumi di Turki pada Selasa (24/10/2923) hingga Kamis (26/10/2023)./Dok. KBRI Ankara
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Julfi Hadi dan tim yang didampingi Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama memantau kerja sama dalam pengembangan energi panas bumi di Turki pada Selasa (24/10/2923) hingga Kamis (26/10/2023)./Dok. KBRI Ankara

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menyiapkan belanja modal US$550 juta atau setara Rp8,74 triliun (kurs jisdor Rp15.897) sepanjang 2024. 

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Nelwin Aldriansyah mengatakan penggunaan belanja modal seluruhnya akan dialokasikan untuk ambisi penambahan kapasitas hingga 1 gigawatt dalam dua tahun. 

“Dananya untuk tambah kapasitas. Capex seluruhnya akan berasal dari kas internal,” katanya saat Editorial Roundtable Pertamina Geothermal Energy Q3 Performance Update, Selasa (31/10/2023). 

Sementara itu, untuk 2023, PGEO menganggarkan belanja modal sepanjang 2023 tercatat sebesar US$163 juta atau setara Rp2,59 triliun. Rinciannya sebanyak US$80 juta akan digunakan sebagai pengembangan wilayah panas bumi dan sebanyak US$83 juta akan digunakan sebagai pemeliharaan. 

Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan emiten panas bumi pelat merah itu menargetkan kapasitas terpasang milik sendiri sebesar 1 gigawatt dalam 2 tahun ke depan. Bahkan dalam lima tahun, kapaitas digadang-gadang dapat mencapai 1,2 gigawatt. 

Saat ini, PGEO memiliki total kapasitas sebesar 1.887 megawatt dari 13 wilayah kerja panas bumi dengan rincian 672 megawatt dari operasional sendiri dan 1.205 megawaat dari kontrak dengan klien.

Target tersebut diprediksi memakan investasi hingga US$900 juta yang rencananya akan dibiayai melalui sisa dana Initial Public Offering (IPO), fasilitas kredit, kas internal serta penerbitan obligasi.

PGEO sedang membangun PLTP Lumut Balai Unit 2 di Sumatera Selatan akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW pada akhir 2024.

Proyek Lumut Balai unit 1 dan 2 telah mendapat kucuran investasi dari Japan Cooperation Agency (JICA) senilai 26.960 yen atau setara Rp2,83 triliun. Lumut Balai unit 1 telah beroperasi dengan kapasitas 55 megawatt maka secara keseluruhan aka nada potensi listrik sebesar 110 megawatt.

Potensi listrik jumbo selaras dengan nilai investasi yang mencapai US$700 juta atau setara Rp10,5 triliun.

Selain itu, Pertamina Geothermal Energy juga sedang menjalankan proyek pembangunan Huluais  berkapasitas terpasang 110 megawatt di Bengkulu yang ditargetkan beroperasi secara komersial dalam dua tahun mendatang. Saat ini proyek Huluais masih dalam proses pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper